Home Sulteng

Logistik BPBD Cukup Sampai Akhir 2020

19
Bartholomeus Tandigala. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Logistik bantuan untuk korban bencana di BPBD Provinsi Sulteng dipastikan cukup sampai akhir tahun 2020. Hal ini diungkapkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Provinsi Sulteng, Bartholomeus Tandigala, di Palu, Senin, 13 Juli 2020.

“Stok logistik di BPBD kabupaten/kota juga masih cukup untuk disalurkan kepada korban bencana,” ungkapnya.

Dia mengatakan BPBD kabupaten/kota saat ini terus mengencarkan sosialisasi mitigasi bencana ke masyarakat. Sosialisasi dilakukan tanpa mengumpulkan masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Melalui BPBD kabupaten/kota berkerjasama dengan aparat-aparat desa langsung menyampaikan ke masyarakat agar selalu waspada,” ujar Bartho.

Bartho menyebutkan ancaman bencana alam saat ini yaitu banjir dan tanah longsor dampak intensitas hujan yang cukup tinggi beberapa hari terakhir. Ini sebagaimana yang telah diberitakan setidaknya saat ini ada tiga wilayah yang tengah dilanda banjir yaitu Sigi, Parigi Moutong (Parimo), dan Morowali Utara (Morut).

Dia menjelaskan Sigi menjadi salah satu wilayah yang menjadi langganan banjir saat intensitas hujan tinggi. Terdapat sejumlah desa yang cukup rentan dihantam banjir di Kabupaten Sigi.

Yang terbaru, banjir melanda Desa Boyantongo Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parimo. BPBD menerima laporan terjadinya banjir Pukul 01.28 WITA pada Minggu, 12 Juli 2020.

Akibat curah hujan yang tinggi selama beberapa hari menyebabkan air sungai Dolago tidak bisa membendung lagi. Dampaknya menyebabkan banjir dengan membawa material pohon dan kayu besar ke pemukiman warga setempat yang berada di sekitar sungai. Dilaporkan rumah warga yang terseret/terendam  air sebanyak 6 KK  yang dihuni 22 jiwa. Enam rumah hanyut terbawa arus dan 12 rumah lainnya tengah terancam arus air.

Sementara di Morut, banjir terjadi di Desa Peboa, Desa Mohoni, Desa Towara Pantai, dan Desa Ungkea, Kecamatan Petasia Timur pada Jumat, 10 Juli. Penyebabnya sama seperti di Parimo dampak intensitas hujan yang cukup tinggi diperparah meluapnya Sungai Tambalako.

Akibatnya sejumlah rumah warga sempat tergenang yang berada diwilayah tersebut dengan ketinggian air 20 cm sampai 120 cm. Salah satu banjir yang cukup parah di Desa Towara Pantai, Kecamatan Petasia Timur dengan ketinggian 100 cm sampai 120 cm.

Selain rumah warga, fasilitas umum ikut terdampak banjir seperti jalan, jembatan, rumah-rumah ibadah, dan Balai Desa. Sejumlah KK terpaksa mengungsi ke rumah kerabat masing-masing. Untungnya, laporan yang diterima BPBD Provinsi Sulteng tidak ada korban jiwa akibat banjir di Sigi, Parimo, dan Morut.

“Kami sudah mendistribusikan bantuan logistik kepada korban bencana di tiga kabupaten tersebut. Selain itu, BPBD juga mengirim bantuan alat berat untuk membersihkan material dampak banjir,” tandas Bartho.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas