Home Hukum & Kriminal

Giliran Rusdi Mastura Diperiksa

33
Mantan Wali Kota Palu, Rusdy Mastura (kiri-kemeja lengan panjang warna biru) mendatangi kantor Kejati Sulteng, Kamis (16/07/2020). (Foto: Metrosulawesi/ Sudirman)
  • Kasus Dugaan Korupsi Pembayaran Eskalasi Jembatan IV

Palu, Metrosulawesi.id Pemeriksaan kasus dugaan korupsi pembayaran hutang eskalasi pembangunan jembatan IV Palu, oleh Pemerintah Kota Palu kepada PT. Global Daya Manunggal (GDM), ditahap penyidikan terus dikembangkan guna menjadi terang. Alhasil, jumlah saksi yang diperiksa dipenyidikan kini lebih banyak, dari pada saat perkara itu ditahap penyelidikan.

Kamis (16/07/2020), penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulteng, kembali memeriksa sejumlah saksi, salah satunya adalah mantan Wali Kota Palu, dua priode yakni H Rusdi Mastura. Pemeriksaan Rusdi Mastura dalam kasus ini, karena pekerjaan jembatan IV Palu yang kini telah tiada, akibat dampak bencana alam tahun 2018 silam, dibangun saat kota Palu masih dipimpinnya.

Hanya saja di hadapan penyidik, pemeriksaan Cudy sapaan akrab Rusdi Mastura lebih pada persoalan mengapa di era kepemimpinannya pembayaran eskalasi pekerjaan jembatan IV Palu itu tidak dilakukannya, padahal saat itu telah ada hasil keputusan persidangan dari Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI), yang memerintahkan agar Pemkot Palu harus membayar.

“Pemeriksaan Cudy terkait jembatan IV. Dulu diakan nga mau bayar. Tentu kita wajar tanya kenapa dia tidak mau membayar,” ungkap Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulteng Edward Malau SH MH, ditemui usai memeriksa mantan Walikota Palu, Rusdi Mastura.

Dikatakan Edward Malau, yang memenuhi pemanggilan pemeriksaan hari itu, ada empat orang saksi. Selain Rusdi Mastura, ada tiga saksi lagi yang dimintai keterangannya yakni atas nama Erman Lakuana, Sayful, dan Husna. Sehingga total saksi yang telah diperiksa ditahap penyidikan ini kurang lebih telah berjumlah 50 orang.

“Pemeriksaan kasus ini terus berkembang, sehingga banyak yang dipanggil. Itu demi pembuktian kasus ini, siapa yang harus bertanggung jawab. Kemungkinan selanjutnya  masih ada yang dipanggil,” terang Aspidsus.

Sementara itu, ditemui usai pemeriksaan, Rusdi Mastura juga membenarkan kalau dirinya memenuhi panggilan penyidik Kejati Sulteng untuk memberikan keterangan sebagai saksi. Mengenai persoalan pembayaran eskalasi jembatan IV Palu, keteranganya lebih pada hal mengapa Pemkot Palu saat dipimpinya tidak mau melakukan pembayaran hutang eskalasi pembangunan jembatan IV.

“Saya tidak mau membayar dulu, karena di BANI saya tidak pernah hadir, karena saya tidak pernah diundang, seperti orang dipanggil 1 kali, 2 kali, 3 kali, ini tidak ada,”  ungkapnya kepada sejumlah awak media yang hadir di Kejati Sulteng.

Selain itu terhadap keputusan BANI, dirinya harus mengajukan perlawanan, hingga belum adanya putusan Mahkamah Agung (MA) itu juga kemudian menjadi alasan kuat Rusdi Mastura tetap tidak mau membayar hutang eskalasi jembatan IV Palu itu, hingga akhirnya tak lagi menjabat.

Rusdy Mastura diperiksa hampir tiga jam di ruang pemeriksaan mulai pukul 09.30 Wita sampai 12.00 Wita. Selain kooperatif menghadiri panggilan penyidik, ternyata Rusdi Mastura juga sangat mendukung langkah Kejati Sulteng, dalam melakukan pembuktian adanya dugaan kasus mengenai pembayaran utang jembatan IV Palu tersebut. 

“Ini baik, untuk mengungkap kebenaran, kalau benar-benar dan kalau salah ya salah. Tidak usah kita berlebihan.’’  terangnya sembari menegaskan kalau Dia diperiksa di Kejati Sulteng baru sekali, begitu juga di Kejagung RI pernah dipanggil untuk memberikan keterangan terkait masalah ini.

Sebelumnya diberitakan, penanganan kasus mengenai pembayaran hutang eskalasi jembatan empat Palu ini, berawal dari adanya isu bahwa pembayaran dilakukan tanpa mekanisme sebagaimana yang diatur oleh ketentuan perundang-undangan. Selain itu dibalik pembayaran hutang itu, juga berhembus isu adanya bagi-bagi fee. (*)

Reporter: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas