Home Banggai Kepulauan

Kegiatan Belajar di Rumah Siswa SD di Bangkep Tidak Aktif?

26
ILUSTRASI - Siswa belajar di rumah dengan model daring. (Foto: Ist)

Bangkep, Metrosulawesi.id Kegiatan belajar di rumah bagi siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah, mendapat sorotan dari DPRD Bangkep. Temuan di lapangan, model pembelajaran  daring dan luring tidak berlangsung aktif dan efektif.

Temuan fakta Komisi I DPRD Bangkep saat menggelar monitoring di sejumlah wilayah, justru kontras dengan pernyataan yang disampaikan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangkep, yang mengatakan pembelajaran model daring dan luring berjalan aktif sejak diberlakukan pembelajaran di rumah.

Ketua Komisi I DPRD Bangkep Irwanto T, Bua, ketika ditemui di kediamannya,  Selasa (14/7/2020) menyebutkan, pembelajaran yang selama ini dilakukan secara mandiri di rumah bagi siswa tidak dilakukan secara aktif.

“Dari sekian wilayah yang kita temui saat monitoring masyarakat mengakui bahwa siswa kurang mendapatkan asupan materi belajar dari para guru” kata Iwan sapaan akrabnya.

Padahal kata Iwan, hal itu telah dia komunikasikan dengan dinas terkait secara berulang. Harus tetap melakukan pengawasan agar proses pembelajaran tetap berjalan seperti yang diharapkan.

“Kalau kondisi ini terus berlangsung, otomatis akan berdampak buruk pada minat belajar siswa. Apalagi saat ini, sudah ada surat edaran gubernur tentang perpanjangan waktu belajar siswa hingga akhir tahun ini” urai Iwan.

Sekedar diketahui, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangkep, Jasrun Hasan memastikan, kegiatan belajar di rumah bagi siswa sekolah dasar di Bangkep, berlangsung aktif dan efektif.

Ketika ditemui di kantornya beberapa waktu lalu, Jasrun menjelaskan, kegiatan  pembelajaran mandiri di rumah selama beberapa bulan ini dilakukan dengan dua cara yakni model pembelajaran ‘daring’ dan ‘Luring’

“Pembelajaran daring dilakukan di wilayah yang terakses internet. Bahan ajar beserta soal dikirimkan kepada siswa lewat media sosial untuk dipelajari dan dikerjakan” jelas Jasrun

Sedangkan pembelajaran Luring lanjut Jasrin, dilakukan di wilayah yang tidak terakses internet. Para siswa dilengkapi dengan buku ajar. Dalam buku itu, guru menunjukkan dan mengerjakan soal yang ada dalam materi itu.

“Saya rasa itu dilakukan secara aktif oleh para guru di Bangkep sejak awal diberlakukannya kegiatan pembelajaran di rumah, sampai sekarang” ucap Jasrun. (*)

Reporter: Rifan Touk

Ayo tulis komentar cerdas