Home Sulteng

Juni, Jumlah Korban Kekerasan Perempuan-Anak Meningkat Pesat

14
Ihsan Basir. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di tengah pandemi Covid-19 meningkat signifikan di Provinsi Sulteng. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Sulteng, Ihsan Basir, mengungkapkan pada Juni dilaporkan kekerasan perempuan dan anak meningkat menjadi 174 kasus.

“Ada kenaikan yang cukup signifikan dari bulan Februari sampai Juni 2020,” ungkap Ihsan di Palu, Senin, 13 Juli 2020.

Dia menjelaskan awal masa pandemi Covid-19 pada Februari, kasus kekerasan perempuan dan anak di Sulteng hanya 67 kasus. Satu bulan kemudian tepatnya pada April mulai meningkat menjadi 124 kasus. Puncaknya bulan lalu pada Juni meningkat drastis menjadi 174 kasus.

Laporan kasus kekerasan tersebut disampaikan melalui Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI-PPA). Penyumbang laporan kasus kekerasan terbanyak untuk Juni yaitu Kabupaten Poso dengan jumlah 43 kasus.

“Pelaku kekerasan terbanyak kaum laki-laki dengan persentase hampir 80 persen,” jelas Ihsan.

Jumlah 174 kasus tersebut terdiri atas kekerasan terhadap anak 61 kasus dan sisanya kekerasan terhadap perempuan dewasa. Berdasarkan lokasi kejadian, rumah tangga menjadi laporan terbanyak.

Ihsan menilai peningkatan kasus kekerasan dipicu intensitas pertemuan keluarga dampak anjuran tetap di rumah untuk pencegahan virus corona (Covid-19). Selain itu, pemicu lainnya faktor ekonomi dan ketidaksiapan ibu berperan ganda menjadi guru dampak pemberlakuan belajar di rumah.

“Yang melakukan kekerasan terbanyak kepada anak itu perempuan (ibu). Mungkin ibu-ibu tidak siap mengajar karena tak punya keahlian khusus. Tapi ini pendapat pribadi saya karena kami belum melakukan riset,” ujarnya.

DP3A Sulteng kata Ihsan telah membentuk UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA). UPT ini menyiapkan saluran pengaduan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui Whatsapp/telepon/SMS ke nomor 082347123444. Saluran aduan itu disiapkan di tengah pandemi virus corona (Covid-19) sebagai  pelaksanaan tugas pelayanan terhadap korban kekerasan terhadap perempuan dan anak. Petugas UPT PPA akan merespon untuk selanjutnya memberikan layanan lanjutan sesuai laporan yang disampaikan korban.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas