Home Poso

Durian Poso Tembus Jakarta

15
DURIAN POSO - Petani durian di Poso mengangkut hasil panennya untuk kemudian dijual ke pengumpul. Durian asal Poso yang pertama kali di Sulteng menembus pasar Jakarta. (Foto: Istimewa)
  • Sudah Kirim 300 Ton Durian Beku

Poso, Metrosulawesi.id – Durian Poso tembus pasar Jakarta. Tercatat sudah ada sebanyak 300 ton daging durian beku dibawa ke ibu kota Indonesia itu.

“Program ini baru dilaksanakan tahun ini ketika pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian Poso berusaha menghubungkan petani dengan pembeli di Jakarta, dan akan berlanjut tahun berikutnya,” kata Kepala Dinas Pertanian Poso, Suratno SP MSi di Poso, Senin 13 Juli 2020.

Pengiriman daging durian dikemas dalam plastik. Harga jualnya cukup lumayan. Berat 5 ons dibandrol Rp65 ribu.

Pemasok durian terbesar berasal dari Kecamatan Pamona Selatan, Kecamatan Pamona Barat, dan sebagian dari Kecamatan Poso Pesisir.

Suratno menjelaskan durian yang telah matang dibelah untuk diambil dagingnya yang bagus. Setelah itu dikemas dengan ukuran per kemasan seberat 5 ons.

Mantan Kepala Bappelitbangda Poso ini mengatakan cara penjualan seperti itu sangat membantu para petani durian, harga tidak lagi dipermainkan oleh tengkulak yang hanya melihat dari kerusakan kulit durian.

Kadis Pertanian Poso, Suratno SP MSi. (Foto: Metrosulawesi/ Saiful Sulayapi)

Akibatnya harga bisa berbeda-beda. Padahal isinya masih banyak yang bagus meskipun kulit terlihat luka atau seperti busuk.

“Kalau sebelumnya petani menjual per biji atau per gandeng, namun kalau kulit sebagian luka, maka harga akan turun. Nah sekarang harga tidak bisa lagi dipermainkan oleh tengkulak, karena isinya yang masih bagus akan diambil dan ditimbang,” ujarnya.

Suratno mengatakan dalam memotivasi petani durian beku itu, Dinas Pertanian Poso telah menyiapkan alat mesin pendingin, namun akibat Covid-19, program penyediaan alat pendingin itu masih tertunda.

Meskipun belum adanya alat pendingin dari Dinas Pertanian Poso, tapi petani telah bersawadaya menyiapkan kulkas besar.

Dinas Pertanian telah melobi pengusaha durian beku di Jakarta, yang akan membangun mesin pendingin dengan ukuran besar di Kecamatan Pamona Selatan.

Sementara untuk harga durian beku akan dilakukan MoU dengan petani untuk disepakati harga dasar, agar mencegah permainan harga dari para tengkulak.

“Kita berupaya petani bisa sejahtera dari hasil panen durian, sementara bagi yang belum berminat padahal lahan begitu luas untuk tidak berputus asa, silakan mulai sekarang berpikir bagaimana dapat sejahtera hanya melalui hasil panen durian,” ungkapnya.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas