Home Olahraga

Kabar Duka, Peraih Medali Sulteng di PON Meninggal

97
Ansar Yotomaruangi. (Foto: Ist/ Laman facebook ansar jatman)

Palu, Metrosulawesi.id Innalillahi wainnailaihi rajiuun. Kabar duka datang dari dunia olah raga di Sulawesi Tengah,  Telah berpulang kerahmatullah Ansar Yotomaruangi, menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Samaritan Palu, Senin (13/07/2020) sekitar  pukul 23.35 Wita.  

Kepergian mantan atlet bela diri  (karate dan silat), Ansar Yotomaruangi, membuat dunia olah raga di Sulawesi Tengah  berduka. Kabar meninggalnya mantan atlet dan kini tercatat sebagai Pembina olah raga itu membuat atlet dan pengurus olah raga khususnya karate dan pencak silat lainnya turut berduka cita atas kehilangan sosok yang menjadi panutan olah raga bela diri.

‘’Innalillahi wainnailaihi rojiun. Saya kaget mendapat kabar atas meninggalnya beliau. Kita kehilangan sosok atlet dan Pembina olah raga bela diri di Sulawesi Tengah,’’ ujar Edison Ardiles, salah satu pengurus KONI Sulteng yang dihubungi Metrosulawesi.id, Selasa (14/07/2020) pagi.

Ansar Yotomaruangi, menurut Edison, merupakan mantan atlet Sulteng tercatat mengharumkan nama baik Sulteng di kancah Pekan Olah Raga Nasional (PON). Menariknya tiga medali itu dipersembahkan secara bertutur-turut pada multi event nasional (PON,red), Meski basic almarhum adalah karate, namun di cabang olah raga pencak silat, tiga medali dipersembahkan untuk kontingen Sulteng.

Sekadar diketahui tiga medali yang dipersembahkan Ansar Yotomarungi, diantaranya medali emas pada PON XII tahun 1989 menyabet medali emas. Pada PON berikutnya yakni PON XIII (1993) dan XIV (1996) meraih medali perak.

‘’Satu-satunya atlet Sulteng yang masuk final secara berturut-turut di tiga arena PON,’’ kenang Edison.

Ungkapan duka juga disampaikan Hamzah, salah satu pengurus KONI Sulteng. Menurutnya, almarhum menjadi contoh bagi atlet-atlet yang ada. Selain keuletan, semangat bertandingnya luar biasa.

‘’Almarhum, menghadapi lawan di arena pertandingan tidak gentar sedikitpun. Meski lawan yang dihadapi menyandang predikat juara. Ini yang patut dicontoh bagi atlet-atlet lainnya,’’ urai Hamzah.

Wafatnya Ansar Yotomaruangi, membuat rekan-rekan seangkatan atlet maupun teman kerja kaget. Ucapan bela sungkawa pun menghiasa di media sosial. (is)

Ayo tulis komentar cerdas