Home Sulteng

Survei: Peran Istri Lebih Dominan

20
Dra. Maria Ernawati, M.M. (Foto: Istimewa)
  • Ketahanan Keluarga

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Maria Ernawati menegaskan, peran perempuan di dalam keluarga menjadi kunci dalam pembentukan ketahanan keluarga.

Menurut Erna, dalam survey yang dilakukan BKKBN tentang pembagian suami istri dalam mepertahankan keharmonisan keluarga pada masa pandemi Covid-19 menunjukkan, walalupun lebih banyak suami dan istri yang bekerja sama, namun peran istri masih lebih dominan.

“Ada penelitian yang kami kerjakan di BKKBN baru sebulan yang lalu. Penelitian ini kita lakukan di masa pandemi covid ini ada sekitar 20.680 keluarga yang kami Tanya,” Kaper BKKBN Sulteng Ernawati melalui Kasubbag Umum dan Humas, Bramanda Noya kepada media ini di Palu, Kamis (9/7).

Bramanda Noya mengutip penjelasan Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K). Pertanyaan pertama siapa yang melakukan pekerjaan rumah, jawabannya 49,1% suami istri, tetapi 34% istri dominan dan 15 hampir 16% istri saja. Siapa yang mengasuh anak, 71,5% suami istri, tapi lagi-lagi 21,7% istri dominan, dan 5,8% istri saja, yang suami dominan praktis ga ada. Siapa yang membeli kebutuhan rumah tangga, 53,8% suami istri tapi lagi-lagi 22,8% istri dominan bahkan 11% istri saja yang suami dominan kecil. Kemudian siapa yang mengingatkan hidup sehat, 82% memang suami istri tapi 12,4% istri dominan dan suami dominan jauh 2,7%. Siapa yang mengingatkan beribadah dan berdoa juga 86% suami istri tetapi 7% juga istri dominan.

Dia menandaskan, bahwa di dalam anggota keluarga, perempuan adalah anggota keluarga yang mempunyai peranan penting dalam ketahanan keluarga. Sangatlah penting bagi perempuan untuk mengerti dan memiliki kesadaran akan perawatan diri sendiri seperti self care. 

Self care, katanya adalah kegiatan yang dilakukan oleh individu, keluarga, maupun masyarakat dengan tujuan meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit, serta berdaya untuk memulihkan atau meningkatkan kesehatan diri sendiri serta anak serta keluarganya. 

“Semua perempuan Indonesia wajib menjadi ‘Ibu Bangsa’ yaitu adalah bagaimana sih menyiapkan generasi penerus, generasi yang unggul, generasi yang bertanggung jawab, nasionalis, kreatif, inovatif, dan berdaya saing, dan berwawasan kebangsaan yang sehat jasmani dan rohani,” jelasnya.

Reporter: Masruhim Parukkai
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas