Home Sulteng

Perekrutan Pelopor Cegah Nikah Dini Disetop

20
Rusdi Bachtiar Rioeh. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Sulteng menyetop perekrutan pelopor cegah nikah dini. Kepala Dinas P2KB Provinsi Sulteng, Rusdi Bachtiar Rioeh, mengungkapkan perekrutan disetop dampak pandemi virus corona (Covid-19).

“Sebagaimana kita ketahui bersama semua kegiatan yang sifatnya mengumpulkan banyak orang dibatasi. Karena hal tersebut kami putuskan tidak melanjutkan pengukuhan pelopor cegah nikah dini,” ungkap Rusdi di Palu, Kamis, 9 Juli 2020.

Dikatakan, pelajar yang sudah dikukuhkan menjadi menjadi pelopor cegah nikah dini saat melakukan edukasi melalui saluran komunikasi virtual. Pelajar yang dilibatkan merupakan siswa/i SMA sederajat sebagai perpanjangan informasi pencegahan nikah dini di sekolah dan lingkungan masing-masing.

Sebelumnya, Kepala Seksi Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Dinas P2KB Provinsi Sulteng, Hasjman Syamsul, menerangkan target pengukuhan pelopor cegah dini tahun ini sebanyak 300 orang di wilayah Kabupaten Poso dan Touna

Tahun lalu, Dinas P2KB Sulteng telah mengukuhkan sebanyak 450 siswa/i di Kota Palu, Tolitoli dan Banggai menjadi pelopor cegah nikah dini. Siswa/i tersebut berasal dari sekolah tingkat SMP dan SMA sederajat.

“Tahun ini kita hanya bisa dua kabupaten karena terbatas anggaran. Kita rencanakan di Touna ke Pulau Wakai karena di sana tinggi pernikahan dini. Yang di Poso kita rencanakan Maret, kalau Touna bulan April,” ucap Hasjman.

Hasjman menjelaskan pembentukan pelopor cegah nikah dini dilatar belakangi tingginya angka pernikahan dini di Sulawesi Tengah. Keberadaan pelopor cegah nikah diharapkan menjadi perpanjangan informasi kepada masyarakat. Siswa/i yang telah dikukuhkan menjadi pelopor cegah nikah ditugasi menyampaikan informasi dan edukasi dampak pernikahan dini.

“Jadi yang telah kitakukuhkan kita harapkan bisa menyampaikan informasi kepada teman-temannya dan keluarganya. Nanti teman-temannya dan keluarganya itu juga kami harapkan meneruskan informasi itu secara berantai,” kata Hasjman.

Hasjman menambahkan program pelopor cegah nikah dini akan terus digaungkan dengan target kabupaten lain yang menjadi penyumbang pernikahan dini di Sulteng. Program tersebut akan dievaluasi setiap tahunnya untuk mengetahui efektivitas dalam mencegah pernikahan dini.

“Kita ingin setiap anak bisa menyampaikan informasi terkait pencegahan nikah dini ke temannya. Nanti temanya itu juga akan menyebarkan informasi ke temanya lagi, lingkungan bermain, dan keluarga,” tandasnya.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas