Home Sulteng

Hasil Rapid Test Massal Pegawai Diskominfo Non Reaktif

18
RAPID TEST - Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Saluran Komunikasi Publik Diskominfo Sulteng, Hasim, saat rapid test di kantornya, Kamis, 9 Juli 2020. (Foto: Dok Diskominfo)

Palu, Metrosulawesi.id – Pegawai ASN dan PHL di lingkungan Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfo) Provinsi Sulteng yang berjumlah 99 orang menjalani rapid test, Kamis, 9 Juli 2020.

Kepala Diskominfo Provinsi Sulteng, Faridah Lamarauna, menyampaikan bahwa hasil rapid test terhadap ASN dan PHL di dinas yang dipimpinnya akan disampaikan secara tertulis pada Jumat, 10 Juli.

“Tapi hasilnya sudah diketahui 10-15 menit setelah pengambilan sampel darah. Alhamdulillah, informasi yang saya terima semua non reaktif. Akan tetapi hasil tersebut tidak membuat kita semua menjadi lengah. Karena kewaspadaan tetap harus terus terjaga dengan senantiasa mematuhi protokol kesehatan dengan disiplin menggunakan masker, mencuci tangan dan senantiasa menjaga jarak,” ujar Faridah.

Kata Faridah, rapid test merupakan metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona.

Tes ditujukan agar petugas kesehatan bisa mengetahui siapa saja orang yang berpotensi menyebarkan virus Corona dan melakukan tindakan pencegahan agar jumlah kasus COVID-19 tidak semakin bertambah.

“Jadi, ketika rapid test dinyatakan reaktif maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan yaitu test polymerase chain reaction (PCR) guna memastikan apakah benar terdapat infeksi SARS-CoV-2. Sebelum melakukan tes PCR atau selama menunggu hasilnya, kita harus menjalani isolasi mandiri di rumah selama paling tidak 14 hari walaupun belum ada gejala atau merasa sehat,” pungkas Faridah.

Adapun rapid test dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulteng. Plt. Kepala Dinkes Provinsi Sulteng, dr. Jumriani dihubungi via telepon menjelaskan bahwa pelaksanaan rapid test di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dilakukan untuk memastikan tidak ada ASN maupun PHL yang positif Covid-19.

Berdasarkan data usulan OPD yang diterima, terdapat sekitar 39 OPD yang sudah menyatakan siap untuk dijadwalkan pelaksanaan rapid tesnya dan sisanya 4 OPD lagi masih ditunggu konfirmasi kesiapannya secara tertulis.

“Saat ini, pelaksanaan rapid test sudah sementara berjalan dan untuk 39 OPD sudah dijadwalkan sampai dengan 29 Juli 2020,” jelasnya.

“Terhadap 4 OPD yang belum akan dijadwalkan kemudian jika sudah mengajukan kesiapan secara tertulis,” tambah Jumriani yang juga sebagai Juru bicara teknis bidang kesehatan Covid-19 Provinsi Sulawesi Tengah.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas