Home Sulteng

Tiap Hari, JR Bayar Santunan Duka

17
Alwin Bahar. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Fatalitas kecelakaan lalu lintas (lakantas) di wilayah Sulawesi Tengah masih menjadi perhatian. Kepala Cabang Jasa Raharja Sulteng melalui Kanit Operasional dan Humas, Alwin Bahar, mengungkapkan rata-rata setiap hari pihaknya membayarkan santunan duka untuk satu korban lakantas meninggal dunia.

“Kalau santunan korban luka-luka untuk biaya perawatan rata-rata lima orang tiap hari. Yang terbaru kami bayarkan untuk korban lakalantas di Banggai. Ada juga yang kami limpahkan ke Sulawesi Tenggara,” ungkap Alwin, Selasa, 7 Juli 2020.

Sesuai amanat Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 15 tahun 2017 dan PMK Nomor 16/PMK.010/2017, bagi korban meninggal dunia, Jasa Raharja membayarkan hak santunan duka kepada ahli waris sebesar Rp50 juta.

Demikian pula untuk korban lakalantas dengan kondisi cacat tetap diberikan santunan sebesar Rp50 juta. Sementara korban luka-luka mendapat jaminan biaya perawatan rumah sakit maksimal Rp20 juta.

Syarat pengurusan santunan duka yakni melampirkan laporan kepolisian, ahli waris harus jelas dengan memperlihatkan foto kopi kartu keluarga, foto kopi KTP, dan buku nikah, serta memiliki rekening. Apabila ahli waris korban tidak memiliki rekening, petugas Jasa Raharja akan membantu proses pembukaan rekening.

Alwin mengatakan pembayaran santunan duka rata-rata bisa diselesaikan hanya hitungan jam setelah proses pendataan ahli waris. Sementara untuk klaim biaya perawatan tergantung dari pihak rumah sakit.

“Jadi kalau sudah diajukan permintaan pembayaran ke kami (Jasa Raharja), segera dibayarkan,” ujarnya.

Dikatakan, Jasa Raharja Sulteng merespon cepat setiap tagihan yang dimasukkan pihak rumah sakit. Apabila berkas lengkap, Jasa Raharja dalam satu atau dua hari sudah membayarkan tagihan biaya perawatan.

Alwin menjelaskan tagihan biaya perawatan korban luka-luka yang dibayarkan Jasa Raharja berbeda-beda. Tak jarang, untuk korban luka-luka yang cukup parah pembayaran tagihan rumah sakit mencapai maksimal yakni Rp20 juta.

“Untuk perawatan korban luka-luka kami sudah bekerjasama dengan sejumlah rumah sakit di Sulawesi Tengah,” tandas Alwin.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas