Home Sulteng

Delapan CJH Sulteng Tarik Setoran BIPIH

12
H. Arifin. (Foto: Dok. Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Seksi Pendaftaran dan Dokumen Haji Reguler Kanwil Kemenag Sulteng, H. Arifin, mengungkapkan, jumlah calon jemaah haji (CJH) 2020 yang telah mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) di Sulteng sudah mencapai delapan orang.

“Delapan orang itu berasal dari Kabupaten Tolitoli dua orang, Donggala dua orang, dan Kota Palu empat orang,” kata Arifin, saat dihubungi Metro Sulawesi, Rabu, 8 Juli 2020.

Arifin mengatakan, untuk cara mengambil dana Bipih ini calon haji mengajukan surat permohonan ke Kemenag kabupaten/kota, kemudian melampirkan KTP, bukti setoran lunas, dan foto copy buku rekening.

“Nanti Kemenag Kab/Kota mengentri maksimal sembilan hari dananya langsung masuk ke rekening jemaah tersebut,” jelasnya.

Kata Arifin, konsekuensi tahun depan calon haji itu melapor kembali di Kemenag untuk pelunasan, artinya menambah kembali dana yang ditariknya.

“Karena yang ditarik oleh jemaah ada sekitar Rp11 jutaan lebih, jika misalnya jemaah itu menarik full, secara otomatis batal porsi, sebab penarikan dana ini hanya batal pelunasan artinya tambahan dari Rp25 juta itu saja,” ungkapnya. 

Sebelumnya, Kepala Bidang Penyelengaraan Ibadah Haji dan Umrah, Kanwil Kemenag Sulteng , H. Lutfi Yunus, mengatakan, terkait calon jemaah haji yang ingin mengambil setoran Bipih, harus memenuhi persyaratan di antaranya harus memiliki buku rekening asli sesuai dengan nama jemaah tersebut.

Kemudian kata dia, menunjukkan bukti setoran lunas, membawa e-KTP serta nomor telepon yang dapat dihubungi. Usulan pengambilan dana itu diusulkan ke masing-masing kabupaten atau kota.

“Dana Bipih itu bisa diambil oleh jemaah, bisa juga tidak diambil. Artinya, disimpan untuk berangkat di tahun 2021,” katanya.

Dikatakan Lutfi, dana Bipih yang tidak diambil akan dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Hajj (BPKH).  “Telah disampaikan, bahwa setoran biaya-biaya perjalanan haji atau Bipih tahun ini, akan disimpan atau dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH),” kata Lutfi.

Kata Lutfi, biaya haji yang dikelola oleh badan penyelenggara ibadah haji, nantinya akan diberikan ke jemaah 30 hari sebelum berangkat ibadah haji di tahun 2021 mendatang.

“Bipih yang akan disimpan dan dikelola secara terpisah oleh badan pengelola keuangan haji, nilai manfaatnya akan diberikan oleh BPKH kepada jemaah haji paling lambat 30 hari sebelum pemberangkatan kloter pertama penyelenggaraan haji tahun 2021,” jelasnya.

“Untuk tahun ini jemaah haji Sulteng yang telah melunasi Bipih sebanyak 1.949, dari total keseluruhan 1.993. Untuk jemaah haji yang tidak melunasi ada sebanyak 30 orang,” ungkapnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas