Home Sulteng

Sistem Terpadu Penanganan Lakalantas akan Dibentuk

18
BAHAS PELAYANAN - Kepala Cabang Jasa Rahar Sulteng diwakili Kanit Operasional dan Humas, Alwin Bahar (tengah), menerima kunjungan Kasubdit Gakum Polda Sulteng, AKBP A. Zamzami (dua dari kiri) didampingi jajaran berbincang di Kantor Jasa Raharja Sulteng, Senin, 6 Juli 2020. (Foto: Istimewa)
  • Sinergitas Jasa Raharja- Polda Sulteng

Palu, Metrosulawesi.id – PT Jasa Raharja Cabang Sulawesi Tengah berkomitmen untuk memperkuat layanan bagi korban kecelakaan lalu lintas (lakalantas) dengan Kepolisian Daerah (Polda) Sulteng.

Kepala Cabang Jasa Raharja Sulteng melalui Kanit Operasional dan Humas, Alwin Bahar, menjelaskan pihaknya bersama Polda akan membentuk sistem terpadu antar instansi/institusi yang terkait dalam penanganan korban lakalantas.Rencana ini dibahas saat menerima kunjungan Kasubdit Gakum Polda Sulteng, AKBP A. Zamzami di Kantor Jasa Raharja Sulteng, Senin, 6 Juli 2020.

“Sistem yang akan dibentuk tujuan utamanya untuk mempermudah korban lakalantas mendapat kepastian biaya perawatan,” ungkap Alwin kepada Metrosulawesi, Selasa, 7 Juli 2020.

Dia mengungkapkan selain Jasa Raharja dan Kepolisian, instansi/institusi yang akan terlibat yaitu BPJS Kesehatan dan rumah-rumah sakit. BPJS dilibatkan untuk kepastian perawatan bagi korban lakalantas tunggal. Sementara pihak rumah sakit untuk penanganan perawatan korban.

“Kalau lakalantas yang masuk dalam ruang lingkup penjaminan Jasa Raharja diberikan kepastian biaya perawatan maksimal Rp20 juta,” ungkap Alwin.

Alwin mengatakan sebelumnya Jasa Raharja dan Polda Sulteng sudah melakukan kerjasama dalam penanganan korban lakalantas. Kerjasama dimaksud akan diperkuat dengan melibatkan sejumlah instansi/institusi terkait.

Seperti diketahui, Jasa Raharja Sulteng telah menjalin kerjasama dengan 22 rumah sakit (RS) di daerah ini. Kerjasama tersebut bertujuan untuk memudahkan pelayanan bagi masyarakat yang mengalami kecelakaan lalu lintas jalan dan angkutan umumyang dijamin Undang-Undang (UU) Nomor 33 dan UU Nomor 34 Tahun 1964.

“Jadi, saat ada warga yang mengalami kecelakaan dan dibawa ke rumah sakit. Maka, korban dan keluarganya tidak perlu khawatir memikirkan biaya perawatan. Jasa Raharja akan menanggung biaya perawatan sampai dengan Rp20 juta,” ungkap Alwin, Minggu, 12 April 2020.

Dia mengatakan RS yang bekerjasama dengan Jasa Raharja (JR) merupakan rumah sakit milik pemerintah daerah dan swasta. Khusus wilayah Kota Palu, hampir semua RS telah bekerjasama dengan JR.

Kerjasama dengan RS terus diperkuat untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Tujuannya agar masyarakat bisa fokus menjalani perawatan tanpa memusingkan biaya perawatan.

Alwin menjelaskan pelayanan yang bisa dirasakan masyarakat yaitu saat keluar dari rumah sakit tidak perlu lagi mengurus administrasi. Itu karena penagihan biaya perawatan akan langsung dilakukan oleh petugas RS yang telah bekerjasama dengan JR Sulteng.

“Masyarakat yang menjadi korban lakalantas kalau sudah sembuh dan keluar rumah sakit tidak repot lagi,” ucap Alwin.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas