Home Pendidikan

Penyelenggaraan MOS Harus Ada Izin

17
Irwan Lahace. (Foto: Dok Metrosulawesi)
  • Pembukaan Sekolah Menunggu Hasil Rapat

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulteng, H Irwan Lahace mewanti-wanti kepala sekolah (Kepsek) SMA/SMK dan SLB untuk tidak melakukan kegiatan Masa Orientasi Sekolah (MOS) kepada siswa baru sebelum ada izin resmi dari gubernur. Pemberian izin itu tergantung hasil rapat pemerintah provinsi melalui instansi terkait yakni Dinas Dikbud Sulteng, Satgas Covid-19 Sulteng, Dinas Kesehatan Sulteng, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Sulteng.

Hal ini dikatakan Kadis Dikbud Sulteng, H Irwan Lahace saat ditanya pelaksanaan MOS siswa setelah masa penerimaan peserta didik baru (PPDB) selesai.

‘’Saya sudah ingatkan kepala kepala-kepala sekolah sebelum ada keputusan gubernur memberi izin, tidak melakukan pertemuan siswa (MOS),’’ kata Irwan Lahace, Jumat, 3 Juli 2020.

Irwan mengatakan, untuk pembukaan sekolah (SMA, SMK dan SLB) di tahan pelajaran baru 2020-2021 pemerintah provinsi masih akan membahas dalam rapat bersama Dinas Dikbud Sulteng, Satgas Covid-19 Sulteng, Dinas Kesehatan, serta BPDB Sulteng.

‘’Masih akan dibahas dalam rapat, apakah bisa sudah bisa dibuka sekolah untuk pertemuan tatap muka,’’ katanya.

Menurutnya, berbagai aspek akan dibahas secara matang, dan tetap mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri (Kemendikbud, Kemenag, dan Kemenkes), bahwa pembukaan sekolah harus mengutamakan keselamatan peserta didik, guru, tenaga kependidikan, dan masyarakat.

‘’Empat poin ini harus diutamakan bila sekolah dibuka,’’ kata Irwan.

Dia memastikan protokol kesehatan akan ketat diterapkan bila nantinya sekolah dibuka. Di zona hijau saja, lanjutnya, penerapan protokol kesehatan sangat ketat, sedangkan di zona kuning dan merah sekolah tidak bisa dibuka. Irwan mengaku bersyukur para pimpinan daerah di Sulteng sangat paham dengan situasi pandemi Covid-19. Sehingga  Sulteng termasuk daerah yang bisa menekan pertambahan kasus positif Covid-19 dan meningkatkan angka kesembuhan.

Reporter: Syahril Hantono

Ayo tulis komentar cerdas