Home Banggai Laut

Infrastuktur Wisata Tolobundu Rusak Tak Dikelola

19
RUSAK - Wisata Tolobundu yang rusak akibat tidak dikelola. (Foto: Ist)

Balut, Metrosulawesi.id – Infrastuktur wisata Tolobundu Kecamatan Bangkurung Kabupaten Banggai Laut yang dibangun dengan anggaran Rp625 juta kini terabaikan.

Berdasarkan data yang dikutip dari Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Sirup) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Kabupaten Banggai Laut, program pengembangan wisata Tolobundu, tahun 2016 Dinas Pariwisata membangun homestay dan gazebo dengan anggaran Rp75 juta. Tahun 2017 pembuatan jalur pejalan kaki 100 juta, pembuatan pergola Desa Tolobundu Rp250 juta. Pembangunan tempat ibadah 100 juta dan pembangunan ruang ganti Rp 100 juta.

Anggota DPRD Fraksi Nasional Demokrat (NasDem) Kabupaten Banggai Laut, Ardianto Agussalim mengatakan, bahwa Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banggai Laut gagal dalam melakukan perencanaan pembangunan pariwisata. Hal ini bisa lihat, infrastruktur pariwisata yang ada di Tolobundu.

“Dinas terkesan asal bangun infrastruktur,” katanya, Senin (22/06).

Seharusnya, kata anggota DPRD asal Kecamatan Bokan Kepulauan itu, dinas sebelum melakukan pembangunan infrastruktur, terlebih dahulu memikirkan bagaimana cara pemeliharaan bangunan. Jangan hanya berpikir tersedia sarana dan prasarana pariwisata saja.

“Jadi bangunan pariwisata yang ada di Tolobundu, begitu kondisinya. Setelah dibangun, tidak ada yang kelola. Sehingga bangunan yang ada terabaikan,” ungkap Ardianto Agussalim.

Wakil Ketua II DPRD Balut Moh Tanjung Dg Pawara mengungkapkan terkait pembangunan pariwisata di Tolobundu merupakan pemborosan anggaran dan tidak menghasilkan PAD.

“Iya, itu pemborosan, dinas terkait asal-asalan memporsikan anggaran bangunannya, dan saat ini tidak mengasilkan PAD untuk daerah ini,” tegas Anjung.

Anjung menyesalkan pembangunan di wisata Tolobundu tidak tepat guna dan tidak tepat sasaran.

“Kepala Dinas Pariwisata tidak profesional dalam menggarap pariwisata, bangunan tersebut tidak tepat guna tidak tepat sasaran dan akhirnya seperti sekarang ini terbengkalai dan rusak,” ungkapnya tegas.

Reporter: Purnomo Lamala
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas