Home Nasional

Dua Siswa MAN 2 Palu Raih Juara Satu Lomba Pembelajaran Sejarah Tingkat Nasional

39
FOTO BERSAMA - Arief Rahman Kono (kiri) dan Faturrahman Lubis (kanan), yang meraih juara satu di Lomba Video Pembelajaran Sejarah tingkat nasional, belum lama ini. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Dua siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Palu berhasil meraih juara satu pada ajang Lomba Video Pembelajaran Sejarah tingkat nasional yang digelar Universitas Nusantara PGRI Kediri. Kepala MAN 2 Palu, Muhammad Anas, kedua siswanya yang meraih prestasi terbaik itu bernama Arief Rahman Kono dan Faturrahman Lubis.

“Alhamdulillah belum lama ini tepat di Hari Lahir Pancasila, diumumkan video pembelajaran sejarah hasil karya siswa MAN 2 Palu berhasil menjadi video terbaik,” kata Anas, melalui ponslenya, Kamis, 2 Juli 2020.  

Kata Anas, peserta lomba yang mengikuti kegiatan itu dari jenjang SMA/MA sederajat se-Indonesia, peminatan terhadap lomba video ini pun cukup tinggi.

“Rata-rata peserta berasal dari sekolah ternama di Indonesia turut andil dalam ajang adu kompetensi digital ini. Penilaian dilakukan pada aspek kualitas video serta konten pesan nasionalisme yang ada di dalamnya,” jelasnya.

Anas mengatakan, video lomba karya siswanya itu diunggah melalui channel youtube Elkarief Dz,  dan memiliki lebih dari 700 kali penayangan dengan jumlah subscriber terbanyak.

“Berdasarkan kriteria tersebut, maka video pembelajaran sejarah lahirnya Pancasila karya siswa MAN 2 Palu terpilih sebagai karya video terbaik, dan memenuhi syarat ketersampaian konten yang paling diminati oleh pirsawan,” katanya.

Perlu diketahui, Arief Rahman Kono dan Faturrahman dua student vlogger dari MAN 2 Palu memiliki peran sebagai sang duo kreator video.  Saat ini keduanya masih duduk di kelas X.

“Mereka memang memiliki semangat belajar dan kompetitif yang tinggi, mereka mengolah konten video tersebut di bawah bimbingan rutin Aminuddin, Guru Sejarah MAN 2 Palu yang dikenal sebagai sosok ulet dengan kompetensi penguasaan digital yang baik,” ujarnya. 

Anas mengatakan, proses pengolahan video dirasakan tidak mudah,  karena ada pembatasan fisik dan sosial dalam masa pandemi Covid-19 menjadi hal tersulit yang harus mereka hadapi pada saat pengambilan gambar.

“Selain itu, keterbatasan alat juga menjadi salah satu kendala bagi mereka. Untuk hal yang satu ini, Pembina BES MAN 2 Kota Palu, Nuke Koesrini turut andil dengan upaya terbaiknya memberi dukungan bagi dua siswa ini. Secara keseluruhan, video ini menghabiskan waktu selama 24 hari dalam penggarapannya hingga selesai,” jelasnya.  

Menurut Anas, Arief dan Faturrahman adalah sosok siswa yang patut menjadi contoh, belajar dari rumah tidak menghalangi mereka untuk menghasilkan karya terbaik.

“Secara sepenuhnya saya memberi dukungan serta motivasi bagi keduanya, olehnya itu saya  berharap bahwa di masa yang akan datang, Arief dan Faturrahman dapat menularkan semangat positif untuk berkreasi dan berkarya bagi seluruh siswa MAN 2 Palu,” ungkapnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas