Home Palu

Diduga Dijemput Saat Kabur

30
drg Herry Mulyadi. (Foto: Ist)

  • drg Herry: Mereka Sudah Tiba di Makassar

Palu, Metrosulawesi.id – Plt Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Anutapura Palu, drg Herry Mulyadi, mengatakan, dua pasien positif Covid-19 yang sempat kabur dari ruang isolasi kemarin, saat ini menurut informasi sudah tiba di daerah Makassar.

“Sejak tadi malam (kemarin-red) kedua pasien ini sudah berada di Sulawesi Selatan, kami mendunga pada saat kabur dari Palu keduanya ada yang jemput dan bisa saja bersamaan berangkat ke daerahnya,” kata Herry, saat dihubungi Metro Sulawesi, Jumat, 3 Juli 2020.

Menurut Herry, petugas kesehatan di Sulawesi Selatan pasti proaktif dan sudah mengetahui kedua pasien ini, sebab petugas dari Palu telah menghubungi petugas di daerah tersebut.

“Kita juga sudah memberitahu alamat pasien tersebut, bahkan pak Gubernur Sulawesi Selatan telah memberikan sumbangan kepada istrinya yang melahirkan disana, dan Pemda pasti sudah mengetahui mereka menuju ke Makassar,” ujarnya.

Herry memastikan, kedua pasien ini akan dijemput dan dirawat kembali, karena mereka berdua masih terkonfirmasi positif Covid-19.

“Mereka ini memang ingin dirawat di Makassar, tetapi kami tidak mau antar sebab sangat berisiko jika kita antar, supirnya pasti bisa terkena,” katanya.

Kata Herry, kaburnya dua pasien ini bersamaan sekali waktunya, sehingga Rajab dan Syahrir ini kemungkinan besar saling kenal dan berencana kabur.

“Di RSU Anutapura saat ini tersisa satu orang yang positif dan sedang dirawat di ruang isolasi, beliau berasal dari Jalan Tolambu dan riwayat perjalananya juga dari luar daerah,” ungkapnya.

Herry berharap, kedua pasien yang berasal dari Sulawesi Selatan itu untuk tidak terlalu dekat dengan orang lain, kemudian masyarakat perlu hati-hati.

“Semoga kedua pasien ini segera sembuh,” katanya.

Sebelumnya, Herry mengatakan, Syahrir sempat tidak nyaman setelah mengetahui hasil swabnya, dan mempermasalahkan kenapa dirinya belum bisa pulang, karena dirinya merasa sudah sembuh. Padahal menurut dokter, harus menjalani perawatan dulu.

“Keinginan Syahrir cepat pulang adalah untuk melihat anaknya dan bertemu keluarganya di Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan, dan mengaku sudah sembuh, padahal menurut tim dokter belum, karena harus melalui swab test lagi hingga benar-benar negatif (sembuh),” kata Herry.

Herry megimbau kepada Syahrir karena berisiko diharapkan menggunakan masker, dan jangan bersentuhan dengan orang lain.

Sementara untuk pasien Rajab, kata Herry, meninggalkan Kota Palu dalam posisi sedang dirawat di ruang isolasi Asrama Haji, dan hasil swab test terakhirnya juga positif.

“Saya mendegar barusan (kemarin-red) kabarnya bahwa Rajab ini sudah naik angkutan bus untuk meninggalkan Palu,” ungkapnya.

Herry mengungkapkan, Rajab berusia sekitar 59 tahun dan masuk Asrama Haji tiga hari lalu, dua kali hasil rapid testnya reaktif, kemudian swab test positif.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

1 COMMENT

  1. Insiden ini mnjadi pelajaran penting spy torang lebih bgus lagi
    nnti baurus 19… Sbg pegiat komunitas, saya liat bahwa hal lain yang perlu jadi prhatian sungguh-sungguh adalah MENYIAPKAN PENDAMPINGAN BERBASIS KOMUNITAS untuk pasien dan keluarganya, trmasuk dilingkungan sekitar tempat tinggalnya supaya bisa meredam Stigma.
    (Posko Covid PANDAPA)

Ayo tulis komentar cerdas