Home Palu

Rektor: Maba Harus Melalui Pembinaan

23
Prof Dr H Sagaf S Pettalongi. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Mahasiswa baru di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, mulai mengikuti pengenalan moderasi beragama, para mahasiswa itu merupakan pendaftar dari Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN).

Rektor IAIN Palu, Prof. Dr. Sagaf Pettalongi, mengatakan, mahasiswa harus dapat memahami Islam, seperti Islam yang diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Yaitu, Islam Rahmatan Lilalaamin atau Islam Wasathiyah, atau dalam bahasa Indonesia di sebut Islam moderat.

“Pengenalan moderasi beragama kepada mahasiswa baru, merupakan salah satu upaya pembinaan yang dilakukan oleh IAIN Palu sebelum mahasiswa baru mengikuti orientasi di tingkat perguruan tinggi atau pengenalan budaya akademik kampus,” ujar Sagaf, belum lama ini.

Menurutnya, sebelum mengikuti pembelajaran di semester awal, mahasiswa baru harus terlebih dahulu mengikuti pembinaan. Pembinaan pertama dilakukan di Mahad Aljami’ah (Pesanterennya IAIN Palu), matrikulasi, dan PBAK.

“Di ketiga tahapan pembinaan itu, mahasiswa baru akan dikenalkan dengan moderasi beragama, penguatan nilai-nilai Pancasila dan NKRI, sebagai upaya menangkal tumbuh dan berkembangnya gerakan intoleransi,” katanya .

Sagaf menginginkan, mahasiswanya unggul dengan intelektual muslim moderat. Keinginan ini menjadikan mahasiswanya sebagai kaum intelektual muslim yang moderat, dengan konsep Islam wasathiyah, merujuk pada Quran Surah Albaqarah Ayat 143.

“Meski tidak ada mahasiswa kami yang terpapar paham radikal, paham ekstremisme. Namun kegiatan akademik yang bermuara pada pembentukan wawasan moderasi Islam dan Islam Rahmatan Lilalaamin terus ditonjolkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Akademik IAIN Palu, Wahab, mengatakan, saat ini terdapat 25 peserta/mahasiswa baru dari jalur SPAN yang mengikuti pembinaan di Mahad Aljamiah.

“Tahap awal 25 orang, dilaksanakan secara offline atau tatap muka, namun tetap mengedepankan prokol kesehatan, di tengah adanya penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

Sementara itu, kata Wahab, untuk tahap kedua, akan dilaksanakan sesuai perkembangan Covid-19 di daerah. Bila tidak dimungkinkan secara tatap muka, maka akan dilaksanakan secara online.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas