Home Banggai

Polsek Batui Musnahkan Pabrik Miras di Tengah Hutan

17
BASMI MIRAS - Kapolsek Batui IPTU I Ketut Yoga Widata,SH, saat melakukan pemusnahan babuk miaras yang di temukan di Pondok pembuatan Miaras Tradisional jenis Cap Tikus. (Foto: Polsek Batui)

Banggai, Metrosulawesi.id – Kepolisian Sektor (Polsek) Batui, kembali lagi memusnahkan sebuah gubuk yang diduga sebagai tempat penyulingan Minuman Keras (Miras) tradisional jenis cap tikus, di lokasi perkebunan Dusun Tumpu Jaya II, Desa Sinorang, kecamatan Batui Selatan, Selasa 30 Juni 2020.

Kapolsek Batui IPTU I Ketut Yoga Widata,SH yang memimpin langsung kegiatan itu, kepada wartawan Metrosulawesi, Rabu 1 Juni 2020, melalui telefon menjelaskan bahwa pemilik gubuk produksi miras tersebut berinisial YS (38), warga Desa Samalore, Kecamatan Toili.

“Saat kami datangi pemilik gubuk produksi miras itu tidak berada di tempat, namun di lokasi kami menemukan barang bukti miras sebanyak 235 liter cap tikus dan 200 liter saguer yang merupakan hahan baku Cap Tikus,” ungkapnya.

“Barang bukti yang kami temukan itu, langsung kami musnahkan dengan cara kami buang ke tanah di sekitar pondok tersebut,” tambahnya.

Selain itu, Yoga mengatakan bahwa pihaknya juga memusnahkan sejumlah alat yang digunakan untuk memproduksi minuman haram tersebut, berupa drum, bambu, plastik dan jerigen.

“Karena jarak tempuh yang cukup jauh dan medan yang sulit, maka semua barang bukti kita musnahkan dilokasi, dan pemusnahan ini dilakukan guna mencegah terjadinya gangguan kamtibamas yang disebabkan faktor pengaruh miras,” terangnya.

Orang nomor satu di Polsek Batui itu menegaskan bahwa, berdasarkan hasil evaluasi kamtibmas selama dua pekan terakhir, gangguan kamtibmas terjadi karena pelaku telah dipengaruh miras, dan pihaknya tidak akan pernah merasa lelah, demi menjaga kamtibmas agar tetap aman dan kondusif. Yoga juga menjelaskan bahwa untuk menuju lokasi, pihaknya harus menempuh jarak sekitar 45 Kilo Meter dengan menggunakan sepeda motor dan berjalan kaki sejauh 10 kilo meter.

Reporter: Djunaedi
Editor: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas