Home Sulteng

Idul Adha di Sulteng Butuh 3.749 Sapi

43
Ilustrasi. (Foto: Dok Metrosulawesi)

  • Disbunak: Stok Kita Cukup

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Provinsi Sulteng, Dandy Alfita, mengungkapkan kebutuhan pemotongan sapi dalam momen Hari Raya Idul Adha akhir Juli mendatang sebanyak 3.749 ekor.

“Untuk memenuhi kebutuhan pemotongan tersebut stok (sapi) kita di Sulawesi Tengah cukup,” ungkap Dandy di Palu, Selasa, 30 Juni 2020.

Dia mengatakan kebutuhan pemotongan sapi dipenuhi dari peternak yang tersebar di kabupaten/kota se-Sulteng. Sentra sapi terbesar berada di Kabupaten Banggai, Sigi, dan beberapa kabupaten lain.

Kebutuhan pemotongan sapi akan digunakan untuk ibadah kurban dan konsumsi masyarakat. Sapi yang akan dipotong harus dipastikan dalam keadaan sehat yang akan diperiksa petugas kesehatan hewan.

“Petugas kami sekitar 80 orang akan  membantu Pemerintah Kota Palu memeriksa hewan kurban,” ucap Dandy.

Dia menambahkan masing-masing tempat penyembelihan hewan kurban harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Seperti diberitakan, Disbunak Sulteng telah mengirimkan edaran ke kabupaten/kota terkait penerapan protokol kesehatan Covid-19 di tempat-tempat penyembelihan hewan kurban.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan tim pemotong hewan kurban di masjid-masjid,” tutur Dandy.

Dia menjelaskan tengah dirancang skema pembagian daging kurban untuk mencegah penyebaran virus corona. Salah satu skema yang disiapkan yaitu pengurus masjid atau kelurahan setempat menunjuk petugas untuk mengantar daging kurban ke rumah masing-masing penerima. Petugas yang ditunjuk harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid dengan memakai masker dan menjaga jarak.

Skema berikutnya, pengurus masjid atau tempat penyembelihan hewan kurban menentukan jadwal/jam pembagian daging masing-masing penerima. Pengambilan juga harus menerapkan protokol kesehatan.

“Harus diatur karena biasanya kalau ada pembagian daging kurban pasti masyarakat berkumpul.  Ini yang kita khawatirkan karena jangan sampai ada gelombang ke dua penyebaran Covid-19,” ucap Dandy.

Dari skema yang disebutkan, Dandy berharap yang diterapkan yaitu mengantar daging ke rumah masing-masing penerima. Skema tersebut diyakini sangat bisa meminimalisir penumpukan masyarakat.

“Kalau soal masyarakat penerima daging kurban pastinya petugas masjid atau pihak kelurahan sudah saling mengenal dan tahu alamat rumah,” ujarnya.

Sementara pemotongan yang sifatnya perorangan untuk didagangkan harus dari kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan. Demikian pula pedagang harus memakai masker dan menggunakan sarung tangan. Dandy mengatakan masa pemotongan daging kurban tahun ini diberi waktu selama tiga hari terhitung mulai hari H Idul Adha.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas