Home Hukum & Kriminal

Tilep ADD dan DD, Mantan Pjs Kades-Bendahara Desa Panjo Menunggu Vonis

45
Kacabjari Pamona Utara, I Wayan Sukadiasa. (Foto: Metrosulawesi/ Saiful Sulayapi)

Poso, Metrosulawesi.id – Mantan Pjs Kaepala Desa (Kades) Desa Panjo, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, Prawira, dan mantan bendahara desa, Robert Pakende, ditahan pihak Kejaksaan Negeri Poso. Keduanya ditahan atas kasus dugaan korupsi anggaran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2018.

Kacabjari Pamona Utara, I Wayan Sukadiasa SH, menuturkan, Prawira  sebelumnya sebagai staf di Kantor Kecamatan Pamona Selatan, namun diberi amanah sebagai Pjs Kades Panjo,. Bersama bendahara desa, Robert  bendahara desa  diduga telah menyelewengkan anggaran ADD dan DD yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 214 juta.

‘’Selama diberikan kepercayaan menjadi Pjs Kades Panjo, yang bersangkutan bersama bendahara desa diduga kuat melakukan tindak pidana korupsi dengan menyelewengkan anggaran ADD dan DD tahun 2018,’’ ujar Wawan Sukadiasa kepada Metrosulawesi.id, Selasa (30/06/2020)

Dijelaskan Kacabjari, terungkapnya penyelewengan anggaran ADD dan DD berawal dari lapran masyarakat. Dari laporan itu, pihak Inspektorat Daerah melakukan pemeriksaan.. Dan hasilnya, ditemukan beberapa item pekerjaan baik itu bersumber dari ADD maupun DD terdapat kejanggalan empat pekerjaan.

‘’Hasil pemeriksaan dari inspektorat, beberapa item pekerjaan janggal dan tidak sesuai dengan laporan yang dibuat Kades dan bendahara desanya,’’ papar Wayan Sukadiasa.

Temuan inspektorat, lanjut Wayan Sukadiasa, diantaranya pengadaan bibit durian sebanyak 11 ribu bibit, namun hanya terealisasi sebanyak 7.550 bibit. Satu pohon bibit seharga Rp. 15 ribu, sehingga selisih dari kekurangan bibit durian sebesar Rp.113 juta.

Selanjutnya, pengadaan mobiler  PAUD  sebesar Rp, 13 juta tidak diadakan alias fiktif. Pembangunan gedung PAUD kerugian sebesar Rp. 43 juta serta pembangunan drainase rugi Rp. 34 juta.

‘’Hitungan ahli inspektorat, total   kerugian negara yang ditilep mantan Pjs Kades Panjo bersama bendahara desanya sebesar Rp, 214 juta,’’ urai Wayan Sukadiasa.

Kini keduanya tengah menjalani proses persidangan tindak pidana korupsi di Kota Palu. Jika tidak ada aral melintang, pekan depan putusan terhadap mantan Pjs Kadesa Panjo dan mantan bendahara desa.  

‘’Keduanya  diancam Pasal 3 ancaman minimal 1 tahun maksimal 20 tahun serta Pasal 2 minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun,” ungkap  Wayan Sukadiasa, sembari menambahkan, kedua saat ini dititip di Rutan Maesa Palu (*)

Reporter: Saiful Sulayapi

Ayo tulis komentar cerdas