Home Hukum & Kriminal

Sulteng Urutan ke-4 Pengguna Narkoba

28
BERI KETERANGAN - Kapolda Sulteng Irjen Pol. Drs. Syafril Nursal, SH, MH(tengah), saat memberikan keterangan pers di Mapolda Sulteng. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)
  • Tahun 2020, Kasus Narkoba di Sulteng Meningkat

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Irjen Pol. Drs. Syafril Nursal, SH,MH secara khusus memberikan perhatian terhadap kasus narkoba di wilayah kerjanya, bahkan dirinya mengatakanProvinsi Sulteng merupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan kasus pengguna narkoba tertingg. Sulteng berada pada urutan ke 4 pengguna narkoba.

“Kita menduduki peringkat keempat pengguna narkoba, kita sungguh prihatin sekali,” ucapnya di sela-sela Konfrensi Perss di Mapolda Sulteng, Selasa 30 Juni 2020.

Bagaimana tidak, diuraikan Irjen Pol Syafril Nursal bahwa di tahun 2020 jumlah penindakan kasus tindak pidana narkoba yang dilakukan jajarannya pada semester I tercatat sebanyak 272 kasus, atau naik 22,52 % dari tahun 2019. Demikian juga dengan pelaku yang terlibat juga naik 10,13 % yaitu sebanyak 337 orang.

“Saya meminta kepada seluruh masyarakat Sulawesi Tengah terutama di Kota Palu, untuk bersama-sama kita memerangi peredaran gelap narkoba, karena tidak cukup bagi kepolisian itu sendiri, jadi perlu keikutsertaan masyarakat memberikan informasi kepada kepolisian,” pinta Syafril Nursal.

Kapolda Sulteng menggambarkan, misalnya dikampung atau di lingkunan RT/RW nya itu ada indikasi-indikasi pengguna, pengedar atau bandar narkoba, jangan hanya dibiarkan terus terjadi, sebaliknya  diinformasikan pada kepolisian.

“Kalau tidak maka generasi muda kita di Sulteng ini akan terancam oleh penyalahgunaan narkoba,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, pihak Polda Sulteng menggelar Press Rilis tersangka dan barang bukti, dua penangkapan besar kasus narkoba di Palu, yaitu penagkapan terhadap dua tersangka yang diketahui membawa narkoba jenis sabu-sabu seberat 25 Kg, pada hari Minggu 29 Juni 2020,di Kelurahan Pantoloan, Kota Palu, dan penangkapan terhadap satu orang pelaku pengedar Narkoba jenis XTC sebanyak 2.870 butir dan uang tunai Rp.855.850.000, di wilayah Besusu Barat, Kota Palu.

Orang nomor satu di Polda Sulteng itu menegaskan bahwa, Narkoba tersebut berasal dari luar negeri, masuk ke wilayah kita. Untuk Narkoba sebanyak 25 kg tersebut diambil dari wilayah pantai barat untuk dibawa ke Palu, dan saat memasuki Kota Palu berhasil digagalkan tim Ditresnarkoba Polda Sulteng.

“Peningkatan kasus tidak hanya secara kuantitas tetapi secara kualitaspun juga meningkat, yaitu dengan adanya penyitaan barang bukti khususnya berupa sabu selama tahun 2020 sebanyak 28.205,849 Gram atau 28 Kg barangbukti Sabu-sabu,” tegasnya.

Selain narkoba jenis sabu, juga penyitaan babuk Extasi 2.870 butir, obat daftar G 3.551 butir, ganja 4,39 gram, serta tembakau gorilla 3 paket. Dan terhadap para pelaku dijerat dengan pasal 114 ayat (2) dan 112 ayat (2) UU No. 35 tahun 2009 tentang narkoba dengan ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup atau pidana minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun, dan denda minimal Rp 2 Milyar maksimal Rp 10 Milyar.

Reporter: Djunaedi
Editor: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas