Home Palu

Layanan Paspor Terapkan Prokes

5
LAYANAN PASPOR - Petugas Kantor Imigrasi Palu menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus corona (Covid-19) dalam pelayanan paspor. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu kembali membuka pelayanan paspor untuk masyarakat umum sejak 15 Juni 2020. Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Palu, Danil Rachman, mengungkapkan pelayanan paspor menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan virus corona (Covid-19).

“Untuk pelayanan paspor sudah dibuka untuk umum, hanya saja sekarang harus mendaftar di aplikasi APAPO (Aplikasi Pendaftaran Antrean Paspor Online), sehingga orang datang sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan,” ungkap Danil kepada Metrosulawesi, Senin, 29 Juni 2020.

Dia mengatakan dengan mendaftar via APAPO, tidak ada penumpukan pemohon paspor di kantor imigrasi. Para pemohon paspor wajib memakai masker, pengukuran suhu tubuh, cuci tangan, menggunakan hand sanitizer, dan menjaga jarak.

“Sampai dengan hari ini, sudah sekitar 30 orang yang mengurus paspor dari tanggal 15 Juni kemarin,” pungkas Danil.

Seperti diketahui, penyetopan layanan paspor Kantor Imigrasi Palu diberlakukan mulai 24 Maret 2020. Saat itu, pelayanan paspor hanya disiapkan untuk keperluan mendesak seperti orang sakit yang tidak bisa ditunda penanganannya atas rujukan dokter akan menjalani perawatan di luar negeri atau petugas yang menangani pandemi virus corona.

Sebelumnya, Danil menjelaskan penyetopan pelayanan paspor merupakan intruksi Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona. Antrean melalui aplikasi layanan paspor online juga ikut disetop (nonaktif) sementara waktu ini.

Pelayanan paspor di Kantor Imigrasi Palu sudah mulai sepi sejak akhir Februari 2020 lalu pasca virus corona mulai merebak di Indonesia. Terlebih sejak Arab Saudi menyetop sementara jamaah umrah asal Indonesia.

Itu karena pelayanan paspor di Kantor Imigrasi Palu paling banyak tujuan untuk umrah. Olehnya sejak penghentian sementara visa umrah oleh Arab Saudi, permohonan paspor turun cukup signifikan.

Sebelum corona merebak, dalam sehari Kantor Imigrasi Palu melayani 60 sampai 70 permohonan paspor. Sementara pasca merebak, permohonan paspor dalam sehari hanya 20 sampai 27 pemohon saja.

“Kalau dihitung dari awal Maret mulai tanggal 2 sampai 10 Maret, jumlah pemohon hanya 189. Itu artinya dalam sehari rata-rata permohonan paspor hanya 20 sampai 27 orang,” tandas Danil.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas