Home Ekonomi

Dampak Covid-19, Penjualan Hunian di Palu Menurun

12
Direktur Utama PT.Kaili Global Mandiri, Anjas Lamatata. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)

Palu, Metrosulawesi.id – Pasca bencana gempa bumi 28 September 2018 silam minat masyarakat untuk membeli hunian termasuk di wilayah Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu sebenarnya sudah mulai meningkat.

Bahkan kini, wilayah tersebut menjadi salah satu sasaran developer karena lokasinya dianggap strategis. Sayangnya, saat gempa berlalu kini muncul wabah corona yang cukup berdampak terhadap bisnis properti tersebut.

Direktur Utama PT. Kaili Global Mandiri, Anjas Lamatata kepada wartawan belum lama ini menyampaikan jika minat konsumen atau masyarakat membeli hunian di wilayah Petobo pasca bencana likuifaksi sebenarnya sudah perlahan meningkat dan bergairah.

“Jadi pasca gempa lalu itu, sebenarnya minat warga membeli perumahan di wilayah Petobo sudah mulai meningkat. Terbukti, perumahan yang sudah saya bangun cukup banyak yang laku,’’terangnya.

Sayangnya, lanjut Anjas, di saat masyarakat konsumen mulai bergairah, wilayah Kota Palu kembali dilanda wabah virus corona atau covid-19.Wabah tersebut, kata dia, cukup berdampak bagi usaha properti di Kota Palu. Tingkat penjualan unit rumah menurun hingga 60 persen.

“Meski diakui jika kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Kota Palu tapi juga daerah lain.Namun Anjas tetap optimis setelah wabah corona berlalu, bisnis properti bisa bangkit lagi dan perekonomian bisa segera pulih,” ucapnya.

Hal senada disamapaikan pengusaha proverty lainnya, Muhammad Fahri yang juga Direktur PT Jingga Properti Indonesia. Fahri menyebutkan jika wabah virus corona membuat tingkat penjualan hunian menurun hingga 60 persen.

‘’Memang wabah corona ini sangat berdampak terhadap bisnis kami. Menurun hingga 60 persen. Dimaklumi karena situasi ekonomi yang memang lagi sulit akibat wabah corona ini,’’ujarnya.

Fahri pun berharap wabah corona segera berakhir sehingga perekonomian masyarakat bisa pulih. Terkait dengan lokasi hunian usahanya yang berada di wilayah Kelurahan Petobo, ia menyakinkan calon pembeli  jika kualitasnya sudah dirancang tahan gempa.

“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir soal kualitas bangunan kami. Struktur bangunan kami rancang tahan gempa sesuai dengan arahan pemerintah,’’ urainya.

Reporter: Djunaedi
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas