Home Ekonomi

PHRI Sulteng: Sektor Pariwisata Perlu Koordinasi

8
PARIWISATA - Dua anak sedang mandi di kolam renang sebuah hotel di Kota Palu setelah tempat rekreasi mulai dibuka akibat pandemi Covid-19. (Foto: Metrosulawesi/ Pataruddin)

Palu, Metrosulawesi.id – Memasuki era tatanan kehidupan normal baru di masa pandemi Covid 19, Badan Pengurus Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD PHRI) Sulawesi Tengah dalam hal ini meminta kepada semua pihak untuk lebih meningkatkan koordinasi di sektor pariwisata.

Demikian disampaikan Ketua BPD PHRI Sulteng, Fery Taula, SE, MM usai dikonfirmasi Metrosulawesi melalui sambungan telepon, Rabu (24/6/2020).

Menurutnya, pelaku bisnis pariwisata bukan hanya sekadar berbisnis dan mencari keuntungan. Namun, harus selalu memiliki tanggung jawab sosial dalam kondisi apapun untuk pembangunan daerah khususnya sektor pariwisata.

“Tetapi, kita harus memulai usaha sekarang juga dan jangan menunggu sampai perekonomian kembali pulih baru kita akan membuka usaha kembali, bukan begitu caranya menjadi pengusaha,” ujarnya.

Sementara itu, ia mengakui tingkat hunian kamar (TPK) hotel di Sulawesi Tengah masih terbilang rendah sekitar 30%. Meski begitu, pihaknya meyakini bahwa keadaan ini akan kembali normal di beberapa bulan ke depan.

Fery Taula, SE, MM. (Foto: Istimewa)

“Kalau kita tidak memulai dari sekarang kapan daerah bisa maju dan berkembang. Memang butuh pengorbanan karena mungkin kondisi saat ini masih sangat berat. Tapi kita optimis ekonomi segera kembali normal,” tuturnya.

Ia mengharapkan harus ada sinergitas para stakeholders dalam mengangkat kembali ekonomi di masa pandemi. Begitu juga dari pemerintah dapat membantu mengatasi masalah tertentu melalui kebijakan stimulus ekonomi. Sehingga bisa memberikan nilai tambah bagi pembangunan.

“Harapan kami semua pihak perlu bekerjasama, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan swasta agar mengakselerasi lagi perekonomian ke arah yang lebih baik,” harapnya.

Bukan hanya itu, ia menyebutkan himbauan terkait dengan menerapkan protokol kesehatan terus dijalankan secara ketat di setiap bidang usaha formal maupun non formal. Menurutnya, itu dilakukan agar supaya terbangun kepercayaan publik terhadap dunia pariwisata Sulteng.

“Pertama intinya komunikasi antar pihak harus terbuka. Begitu juga kita harus menunjukkan ke pemerintah dan publik bahwa protokol kesehatan tetap dilaksanakan yang bisa dilihat melalui video dan media sosial,” sebutnya.

GM Amazing Hotel and Resort Ali Maheki mengatakan pihaknya menerapkan protokol kesehatan bagi setiap tamu dan karyawan hotel.

“Untuk menjaga kesehatan para tamu kami sudah siapkan minuman suplement, seperti Susu, UC-2000 dan vitamin setiap hari serta sarana olahraga,” kata Ali Maheki.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas