Home Poso

P2KB Poso Antisipasi Lonjakan Jumlah Baby Boom

66
Kepala Dinas P2KB Kabupaten Poso, dr Djani Moula,M,Kes. (Foto: Ist)

  • Masa Pandemi Covid-19, Penggunaan  KB Menurun  

Poso,  Metrosulawesi.id – Dinas  Pengendalian Penduduk  dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Poso  terus mengantisipasi ledakan angka kelahiran atau baby boom, karena penggunaan  keluarga berencana  (KB) yang menurun saat terjadi pandemi  virus Corona atau  Covid-19.

Kepala Dinas P2KB  Kabupaten Poso, dr Djani Moula,M,Kes,  mengatakan,   terdapat penurunan peserta KB pada bulan Maret  hingga memasuki Juni 2020 di seluruh Wilayah Kabupaten Poso.

“Penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim atau biasa disebut IUD pada Maret hingga Juni  terjadi  penurunan,” kata Djani, kepada sejumlah media di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Penurunan pemakaian juga terjadi pada  KB implant,   KB suntik, serta KB metode termasuk   penggunaan kondom. .

Menurut  Djani Moula,  dampak dari pandemi Covid-19, juga berakibat kepada penurunan aktivitas dalam beberapa kelompok kegiatan program KB serta penurunan mekanisme operasional di lini lapangan, termasuk di Kampung KB.

Dia mengatakan banyak para akseptor KB yang merasa takut ketika hendak mengakses pelayanan KB di masa pandemi Covid-19.

“Pelayanan KB yang sangat berdampak akibat Covid-19 ini. dikarenakan KB sendiri pelayanannya yang ada sekarang adalah dengan Baksos, sosialisasi oleh Penyuluh Keluarga Berencana, dan juga kader-kader,” kata Djani.

Jadi sangat kecil kontak secara penuh atau people to people contact atau person to person. Sehingga ketika ada physical distancing atau social distancing maka jelas akan menurun pelayanan itu,” tambah Djani.

Oleh karena itu,  Djani membuat beberapa langkah untuk mengantisipasi hal tersebut, yaitu melakukan pembinaan kesertaan ber-KB dan pencegahan putus pakai melalui berbagai media terutama media daring.

Selain itu pihaknya juga melakukan analisis melalui kader institusi masyarakat pedesaan untuk mengetahui jumlah dan persebaran pasangan usia subur yang memerlukan pelayanan suntik KB, pil KB, IUD dan implan, mendistribusikan kontrasepsi ulangan pil dan kondom.

Lebih jauh dikatakan Djani, untuk mengantisipasi lonjakan penduduk atau kelahiran bayi pasca Pandemi virus Corona ini, cara efektif adalah terus melakukan pelayanan KB hingga ke tingkat pedesaan.(*)

Reporter: Saiful Sulayapi

Ayo tulis komentar cerdas