Home Palu

Pengamat: Hanya Tiga Pasangan di Pilwakot Palu

98
Irwan Waris. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Pengamat Politik Universitas Tadulako, Dr Irwan Waris, menilai partai politik (Parpol) kini semakin selektif dalam mengusung bakal calon kepala daerah. Hal ini akan berlaku untuk Pilkada serentak pada 9 Desember mendatang.

Dia mencontohkan untuk Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwakot) Palu yang hanya kemungkinan diisi tiga pasangan saja. Itu karena paradigma Parpol tak lagi hanya sekadar ikut meramaikan pesta demokrasi lima tahunan.

“Sekarang tidak mudah lagi merayu parpol, karena partai betul-betul akan memilah dan memilih calon yang diusung apakah bisa bertarung. Kebiasaan bertarung tentu saja akan dilihat dari finansial dan kepopuleran (elektabilitas). Jadi bukan lagi dilihat dari finansial semata, harus kedua-duanya,” ujar Irwan kepada Metrosulawesi, Ahad, 21 Juni 2020.

Dikatakan, parpol seiring berjalannya waktu tidak ingin lagi kehilangan muka karena jagoan yang diusung tidak terpilih. Kecenderungan Parpol saat ini akan berbondong-bondong mengusung pasangan calon yang secara elektabilitas tinggi dan memiliki kemampuan finansial yang baik.

Dampak dari itu, maka kandidat yang hanya memiliki salah satu kriteria bakal calon kepala daerah akan ditinggalkan Parpol. Hal sebaliknya berlaku, saat pasangan bakal calon dalam posisi elektabiltas tinggi dan finansial cukup, akan menjadi target partai.

“Parpol punya mesin politik yang harus bekerja, tentu itu untuk menggerakkannnya butuh bahan bakar,” ucap Irwan.

Secara hitung-hitungan politik, pasangan bakal calon yang akan mendapat perahu, yaitu Hidayat dan calon wakilnya, Hadiyanto Rasyid dan calon wakilnya, serta Aristan dan calon wakilnya. Sementara Imelda Liliana Muhidin dan calon wakilnya belum bisa dipastikan mendapat kursi yang cukup untuk maju Pilwakot.

“Mungkin partai akan ada mengatakan lebih baik tidak mengusung untuk Pilwakot Palu,” kata Irwan.

Hadiyanto diyakini akan mudah mendapatkan tiket emas dari Partai Hanura ditambah koalisi Parpol untuk melenggang bakal calon 01 Kota Palu. Demikian pula Aristan yang diketahui sudah mendapat dukungan penuh dari petinggi Partai NasDem.

Untuk Hidayat, sinyal partai yang akan merapat sejauh ini datang dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan. Posisinya sebagai incumbent menjadi daya tarik tersendiri bagi partai. Irwan menyebutkan sinyal PDI-P bakal mengusung Hidayat dikuatkan dari berdirinya tugu patung Soekarno di Taman Gor Palu.

“Tapi saya tidak ingin mengatakan ada hubungannya, tapi kalaupun ada itulah politik. Saya kira patung itu akan menjadi salah satu kunci pembuka rumah PDI-P di balik faktor lainnya,” pungkas Irwan.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas