Home Palu

Syahrir Kembali Jalani Perawatan di Ruang Isolasi RSUD Anutapura Palu

29
Syahrir, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkonfirmasi positif virus Corona yang sempat kabur, kini kembali menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Anutapura Palu. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Syahrir warga asal Takalar, Sulawesi Selatan, yang kabur dari rumah sakit, kini sudah kembali di ruang isolasi perawatan Covid-19, RSUD Anutapura Palu, Sabtu (20/06/2020) malam. Pasien yang terkonfirmasi virus Corona ini, dijemput tim medis RSUD Anutapura di salah satu hunian sementara pengungsi bencana alam, di areal Masjid Agung.

Plt Dirut RSUD Anutapura Palu, drg.Herry Mulyadi, yang dikonfirmasi Metrosulawesi.id, semalam, menjelaskan Syahrir kini sudah berada di ruang isolasi perawatan Covid-19. Syahrir yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkonfirmasi positif virus Corona, sekitar pukul 17.30 Wita dijemput tim medis yang menangani pasien Covid-19.

‘’Alhamdulillah, Syahrir mau bekerjasama dengan petugas medis. Saat dijemput yang bersangkutan langsung naik ke ambulans dan dibawa ke RSUD Anutapura,’’ jelas Herry.

Dikatakan Herry, saat kembali ke rumah sakit, Syahrir langsung menjalani pemeriksaan oleh tim medis. Selain pemeriksaan medis, petugas juga memberikan pemahaman akan pentingnya menjalani perawatan bagi pasien Covid-19.

‘’Perlu dukungan buat Syahrir untuk menjalani pemulihan agar bisa kembali bersama keluarganya, terutama berkumpul lagi dengan istrinya,’’ kata Herry.

Menanggapi salah satu alasan pasien kabur lantaran kesepian dan takut, Herry menuturkan, soal kesepian dan takut itu wajar bagi pasien. Namun, tim medis punya kiat tersendiri menangani setiap pasien yang ada, misalnya memberikan pelayanan sesuai standar pelayanan, sehingga pasien merasa nyaman.

Menyangkut pelayanan terhadap pasien Covid-19,  Herry mengarisbawahi, khusus pelayanan pasien Covid-19, seluruh biaya dibebankan kepada negara. Artinya, pasien tidak dipungut biaya satu sen pun.

drg. Herry Mulyadi. (Foto: Ist)

‘’Perlu saya jelaskan kembali, pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di RSUD Anutapura Palu, semuanya dibebankan kepada negara. Jadi, tidak perlu kuatir dan takut soal biaya bagi pasien yang saat ini menjalani perawatan di ruang isolasi perawatan Covid-19,’’ ungkap Herry.

Olehnya itu, Herry menghimbau kepada masyarakat, khususnya  pasien dan keluarga pasien, agar tidak memikirkan soal pembiayaan selama menjalani perawatan.

‘’Pasien cukup focus untuk sembuh saja. Jangan ada pikiran lain yang bisa mengganggu percepatan penyembuhan,’’urai Herry.

Diwartawakan sebelumnya, Syahrir (41) warga asal  Takalar, Sulawesi Selatan—tepatnya Bonto Baru, Desa Cikoang, Kecamatan Mangarabombang ini, kabur dari ruang isolasi perawatan pasien Covid-19 RSUD Anutapura Palu, Jumat (19/06/2020).

Kaburnya Syahrir, lantaran keinginannya untuk berobat mandiri di kampung halaman, agar bisa dekat dengan istrinya akan melahirkan. Syahrir kabur dari ruang isolasi perawatan Covid-19, di saat tim medis melakukan pemeriksaan terhadap pasien-pasien Covid-19.

Syarir ini diketahui reaktif atas hasil rapid test ketika diperiksa pada perbatasan masuk Palu. Dari 13 orang yang ditahan dan di rapid test,  Syarir  yang reaktif, dan petugas pun membawanya  ke Asrama Haji Trasit Palu.

Selang beberapa hari di Asrama Haji,  Syarir  menjalani swab test dan  hasilnya positif. Minggu  (14/06/2020) yang bersangkutan  dibawa ke RSUD Anutapura untuk menjalani perawatan di ruang isolasi.

Dalam riwayat perjalannya, Syahrir meninggalkan kampung halamannya, Bonto Baru, Desa Cikoang, Kecamatan Mangarabombang ini menuju  Palu untuk bekerja bangunan di Masjid Agung. (is)

1 COMMENT

  1. Kalo mmg betul dia lari dari RS krna anak & istrinya, maka berimba nafkah anak istrinya disana? Apakah Pemda disana ada kasi bantuan untuk keluarganya pak Syahrir???
    Untuk warga yang te mampu, wajiblah negara tanggung juga keluarganya… Selesaikan Masalah Tanpa Masalah

Ayo tulis komentar cerdas