Home Palu

Syahrir Kabur Lantaran Istri Mau Melahirkan

71
ILUSTRASI - Pasien Covid-19 kabur. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Upaya pencarian Syahrir (41), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkonfirmasi positif virus Corona yang kabur dari RSUD Anutapura Palu, masih dilakukan pencarian tim gabungan Gugus Tugas Covid-19 Kota Palu.

Warga asal  Takalar, Sulawesi Selatan—tepatnya Bonto Baru, Desa Cikoang, Kecamatan Mangarabombang ini, kabur dari ruang isolasi perawatan pasien Covid-19 RSUD Anutapura Palu, Jumat (19/06/2020) sore.

Kaburnya salah satu pasien yang terjangkit virus Corona ini, membuat petugas medis yang menangani pasien Covid-19 kaget. Bahkan, RSUD Anutapura sempat gaduh dan kasak kusuk mencari pasien  di dalam  dan areal rumah sakit.

Informasi yang diperoleh Metrosulawesi.id di lingkungan rumah sakit, menyebutkan, kaburnya pasien diduga lantaran ingin mendampingi istrinya yang akan melahirkan di kampung halamannya, di Bonto Baru, Takalar.

Seorang perawat mengungkapkan, pasien sejak masuk RUSD  menjalani perawatan Covid-19 Minggu (14/06/2020), meminta kepada petugas medis untuk pulang karena istrinya akan melahirkan.

‘’Iya, sejak awal disini, yang bersangkutan sudah minta pulang,’’ ujar salah seorang perawat.

Permintaan pulang pasien tersebut, tidak digubris. Bahkan, Syarir kembali meminta kepada petugas medis untuk dipindahkan menjalani perawatan di Makassar atau di Takalar agar dekat dengan istri dan keluarganya. Permintaannya tetap ditolak.

Lantaran tidak direspon dan dipenuhi untuk pindah ke kampung halaman, Syahrir akhirnya nekad mencari peluang untuk kabur. Peluang kabur itupun dimanfaatkan saat petugas medis tengah melakukan pemeriksaan terhadap pasien-pasien Covid-19 di ruang isolasi.

Karuan saja, saat dilakukan pengecekan, Syahrir tidak ada di kamar isolasi yang ditempatinya. Awalnya petugas medis menduga, pasien berkeliling di sekitar ruangan rumah sakit. Namun, yang dicari tidak ditemukan keberadaannya.

Sontak saja raibnya salah satu pasien terkonfirmasi positif virus Corona ini, membuat petugas medis Gugus Tugas Covid-19 Kota Palu kasak kusuk. Petugas pun mencari seisi rumah sakit dan tetap saja Syahrir tidak ditemukan.

Dipastikan yang bersangkutan kabur, petugas gugus tugas melaporkan kepada plt Dirut RSUD Anutapura Palu, drg. Herry Mulyadi.

‘’Saya berharap saudara Syahrir kembali. Kami dengan senang hati jika yang bersangkutan kembali. Kami akan melanjutkan perawatannya  agar suadara Syahrir bisa meninggalkan rumah sakit dalam keadaan sembuh,’’ pinta Herry.

Sekadar diketahui,  Syahrir yang berprofesi sebagai petani, ditahan di Posko perbatasan Sulteng dan Sulsel oleh tim Gugus Tugas. Keinginan masuk Kota Palu untuk menjadi buruh pekerjaan pembangunan salah satu masjid di Kota Palu.

Saat jalani rapid test di Posko, hasilnya reaktif dan oleh petugas dibawa ke Asrama Haji Transit Palu. Selama dua hari di Asrama Haji, hasil swab Syahrir terkonfirmasi postitf virus Corona. Saat itu juga yang bersangkutan dibawa ke RSUD Anutapura Palu untuk jalani perawatan di ruang isolasi.

‘’Pagi masuk rumah sakit, sore dia kabur,’’ ujar Herry  sembari membenarkan petugas gabungan yang terdiri dari aparat dan petugas Gugus Tugas Covid-19 Kota Palu dikerahkan mencari Syahrir agar tidak menularkan virus kepada orang lain.

Serta meminta kepada masyarakat segera melaporkan jika melihat yang bersangkutan dengan ciri-ciri kulit hitam dan saat kabur mengenakan baju kotak-kotak lengan panjang. (*/is/del)

Ayo tulis komentar cerdas