Home Palu

Hidayat: Bangga, Bila Sulteng Punya UIN

19
BAHAS UIN - Sekdaprov Sulteng Dr Mohammad Hidayat Lamakarate (kanan) bersama Rektor IAIN Palu Prof Dr H Sagaf S Pettalongi MPd di ruang kerja rektor, Kamis 18 Juni 2020. (Foto: Humas Pemprov Sulteng)

Palu, Metrosulawesi.id – Dr Hidayat Lamakarate bersilaturahmi ke IAIN Palu. Dia diterima oleh Rektor IAIN Palu Prof Dr H Sagaf S Pettalongi MPd dan jajarannya di ruang kerja rektor, Kamis 18 Juni 2020. Hidayat didaulat menjadi penasehat Tim Alih Status IAIN Palu menjadi UIN (Universitas Islam Negeri) Datokarama Palu.

“Di daerah-daerah lain saya melihat UIN telah berdiri, mereka sudah punya UIN. Maka Sulteng juga punya kesempatan yang sama dan berhak punya UIN,” ucap Hidayat, dalam silaturahim itu.

Dia mengemukakan, berdasarkan perkembangan IAIN Palu saat ini, maka Pemerintah Sulteng optimistis, IAIN Palu layak untuk diperjuangkan menjadi UIN.

“Menjadi luar biasa dan kebanggaan daerah bila Sulteng memiliki kampus Universitas Islam Negeri,” sebut Hidayat.

Dengan adanya UIN katanya, maka tentu akan menjadi penilaian terhadap daerah. Karena daerah maju dan berkembang, tidak bisa dipisahkan dari keberadaan perguruan tinggi, termasuk UIN.
Pada kesempatan itu, Rektor IAIN Palu Prof Sagaf memaparkan proses alih status tersebut.

“Sekarang sedang dilakukan verifikasi lanjutan di Kemenpan-RB terkait dokumen alih status IAIN Palu dan beberapa perguruan tinggi Islam negeri, yang diusulkan oleh Kemenag RI untuk alih status,” sebut Prof Sagaf.

Rektor mengatakan, pada Maret 2020, tim vitasi dari Kemenpan-RB telah mendatangi IAIN Palu, dalam rangka untuk melakukan visitasi alih status menjadi UIN. Tim visitasi, selain melihat langsung kondisi kampus IAIN Palu, juga melakukan penyesuain data lapangan dan data yang ada pada proposal alih status IAIN Palu.

Kementerian Agama RI sebelumnya pada September 2019 telah melakukan penilaian terhadap 11 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang mengajukan proposal alih status.

Dari 11 perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang menjalani penilaian, hanya sembilan PTKIN yang dokumen alih statusnya dipandang layak untuk ditindaklanjuti oleh Kementerian Agama, termasuk IAIN Palu.

“IAIN Palu nilainya di atas 300, karena itu berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 15 Tahun 2014 maka dilakukan visitasi. Nah, visitasi atau penilaian lapangan hari ini untuk mengecek langsung bagaimana dan seperti apa kondisi lapangan,” kata tim visitasi dari Kemenag RI, Muhammad Adib Abdushomad.

Adib, yang menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Pengembangan dan Kerjasama Kementerian Agama, mengatakan, berdasarkan penilaian, IAIN Palu tidak ada perbedaan signifikan antara data-data yang disajikan dalam proposal dengan keadaan di lapangan.

Sembilan PTKIN tersebut telah diteruskan dokumennya oleh Kemenag RI kepada Kemenpan-RB untuk diproses. (*)

Reporter: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas