Home Banggai Kepulauan

Eko Diselematkan Nelayan Rompong

79
ILUSTRASI - Nelayan tengah melaut. (Foto: Ist)

  • Mesin Katinting Kehabisan Bensin, Perahu Terseret Hingga ke Perairan Boltim

Bangkep, Metrosulawesi.id – Setelah dinyatakan hilang saat melaut sejak Minggu (14/06/2020), Eko Saputra, warga Desa Abason, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah, akhirnya ditemukan nelayan rompong di Wilayah Perairan Kabupaten Bolaang Mongondow Timir (Boltim), Selasa (16/06/2020).  

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkep, Lasata Sahata, melalui, Kepala Bidang Kedaruratan, Ridman Lawidu, mengatakan, informasi penemuan korban diterima, Rabu (17/06/2020) pagi.  

‘’Korban saat ini masih berada di atas kapal nelayan rompong tuna dari Boltim beserta perahunya. Kondisinya dalam keadaan baik,’’ ujar Ridman saat dikonfirmasi Metrosulawesi.id melalui sambungan telpon, Rabu siang.

Begitu mendapatkan informasi resmi, kata  Ridman, Tim Pencarian Gabungan yang terdiri dari BPBD Bangkep, Polairud Polres Bangkep, Pemdes Abason dan Basarnas Luwuk, langsung bergegas menuju perairan Boltim untuk menjemput korban.

“Jadi korban tidak lagi sempat dievakuasi ke daratan karena jarak yang harus ditempuh untuk mencapai daratan dari kapal nelayan itu masih sekitar 60 mil,” imbuh Ridman.

Dijelaskan Ridman,  informasi awal hilangnya salah satu nelayan warga Desa Abason,  Senin (15/6/2020). Korban diketahui turun melaut bersama rekan memancing pada Minggu (14/06/2020). Karena sudah menghampiri waktu maghrib, oleh rekannya, korban diingatkan untuk pulang.

Peringatan rekannya itu diabaikan Eko, lantaran mata kailnya dimakan ikan tuna. Berniat melumpuhkan ikan itu, korban membiarkan ikan menarik perahunya hingga ke tengah laut. Usai menangkap ikan tuna, korban pun pulang.

Dalam perjalanan pulang, korban tidak menyadari, bensin di tangki mesin katinting miliknya sudah tidak cukup mengantarkan dia sampai ke desa. Sebab jarak yang sudah terlalu jauh. Mesinnya pun mogok hingga perahu korban terbawa arus hingga ke Perairan Boltim.

Dari laporan warga tersebut,  Ridman mengungkapkan, pihaknya bersama Basarnas Luwuk, Polairud Bangket dan warga setempat membuat tim pencarian. Upaya pencarian dilakukan dari  Senin sampai pada Rabu pagi.

Wilayah perairan yang menjadi perkiraan arah hanyut korban yakni Tanjung Pamali sampai ke Balantak Timur pada Rabu pagi. Tapi karena sudah ada kabar penemuan,  maka pencarian pun dihentikan, dan tim langsung menjemput korban. (*)

Reporter: Rifan Touk

Ayo tulis komentar cerdas