Home Palu

PPDB SMPN 1 Palu Digelar Online, Pendaftar Diimbau Beri Data Asli

240
Farida Batjo. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMP Negeri 1 Palu akan dilaksanakan secara daring atau online. Sesuai edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, pelaksanaan PPDB dimulai 17 Juni hingga 4 Juli 2020.

Kepala SMP Negeri 1 Palu, Farida Batjo, mengatakan, dalam PPDB, pihak sekolah diminta harus memperhatikan beberapa jalur yang telah ditentukan, diantaranya sistem zonasi 50 persen, jalur prestasi 30 persen, serta perpindahan dan afirmasi.

“Nanti kami juga akan membuat baliho atau papan informasi untuk memberitahukan kepada masyarakat, bahwa PPDB di sekolah kami secara online dengan membuka link website SMPN 1 Palu. Selain di baliho, kami juga akan menyebarkan informasi PPDB itu melalui media sosial,” kata Farida, melalui ponselnya, Minggu, 7 Juni 2020.

Farida mengatakan, mekanisme pendaftaran semua dilakukan secara online, tidak ada lagi hard copy, atau hasil cetak print out di atas kertas untuk dibawa ke sekolah, semua dilakukan secara daring.

“Jika memang ada masyarakat yang misalnya belum paham mendaftar secara online, orang tuanya bisa datang ke sekolah, hanya dibatasi untuk masuk sekolah. Jika ingin berinteraksi dengan panitia PPDB harus mengikuti aturan protokol Covid-19,” jelasnya.

Menurut Farida, sebenarnya untuk daerah Kota Palu, fasilitas online sudah ada, tinggal bagaimana masyarakat menggunakannya dengan baik.

“Jadi kami berharap masyarakat itu mendaftar secara online. Hal ini untuk menghindari adanya kurumunan orang banyak, dan juga mencegah terjadinya penularan Covid-19,” katanya.

Kata Farida, tahun ini jumlah siswa yang akan diterima sesuai jumlah kelas, yaitu 11 ruang belajar, sehingga totalnya sebanyak 352 peserta didik.

“Untuk SMPN 1 Palu, wilayah zonasinya seperti tahun lalu, yakni di wilayah Besusu Tengah, Besusu Timur, Lolu, dan Tanamodindi,” ungkapnya.

Dalam PPDB ini, Farida menegaskan, agar para pendaftar memasukan data yang benar, tidak boleh ada settingan.

“Jangan data itu dipalsukan, karena sejauh ini sekolah belum bisa mendeteksi bahwa data yang dimasukan itu palsu atau tidak,” tegasnya.

“Jadi kami sangat berharap data yang dimasukan oleh orang tua atau siswa saat mendaftar harus akurat. Sebab setelah PPDB ini, kami diperiksa oleh BPK. Kami berharap sertifikat-sertifikat prestasi itu asli, sehingga nantinya dalam pendataan selanjutnya semuanya bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas