Home Sulteng

Tingkat Kunjungan Wisata ke Sulteng Masih Nihil

21
Rahmidar. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Provinsi Sulteng, Rahmidar, mengatakan, saat ini tingkat kunjungan masyarakat atau wisatawan ke destinasi wisata di Provinsi Sulteng masih nihil. Hal itu disebabkan pemerintah masih membatasi perjalanan masyarakat untuk berkunjung ke suatu daerah.

“Meskipun moda transportasi telah dibuka, tetapi masyarakat masih berpikir dua kali berkunjung ke daerah lain atau tempat wisata, karena banyak persyaratan yang harus disiapkan jika ingin berpergian ke luar daerah,” jelas Rahmidar, saat dihubungi Metro Sulawesi, Kamis, 4 Juni 2020.

Rahmidar mengaku, dirinya belum bisa memastikan berapa tempat wisata di Provinsi Sulteng  yang telah membuka akses kunjungan. Sebab pihaknya belum melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota.

“Namun pada prinsipnya, tempat-tempat wisata telah memberikan kesempatan masyarakat berkunjung ke lokasi wisatanya. Begitupun hotel-hotel, saya melihat sudah mulai buka, hanya saja tingkat kunjungannya saat ini begitu sepi, bahkan tidak ada sama sekali orang yang berkunjung,” katanya.  

Menurut Rahmidar, di masa pandemi Covid-19 ini, tingkat kunjungan ke tempat destinasi sudah tidak ada artinya, nihil, sebab masyarakat atau wisatawan masih ragu berkunjung ke daerah lain, apalagi daerah yang kategori masih zona merah.

“Jadi, jika ditanya tingkat kunjungan wisata saat ini bukan lagi berkurang, melainkan sudah tidak ada lagi. Bahkan di Bali saja, pemerintahnya menyurat ke Presiden RI untuk tidak menerima kunjungan wisatawan dari manapun, artinya mereka menutup semua akses masuk ke tempat-tempat wisata,” ujarnya.

 “Semua ini juga tentunya berpengaruh dengan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang berada di tempat wisata tersebut. Olehnya itu kami berharap, destinasi ini bisa normal kembali seperti dulu, dan tingkat kunjungan bisa kembali meningkat,” katanya.

“Jadi masyarakat saat ini masih memilih di rumahnya saja dulu, dibanding berkunjung keluar daerah,” ungkapnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas