Home Parigi Moutong

Siswa Masuk Sekolah Mulai 13 Juli

103
Adrudin Nur. (Foto: Ist)
  • Satuan Pendidikan Harus Terapkan Protokol Kesehatan

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong (Parimo), Adrudin Nur mengungkapkan, peserta didik masuk sekolah mulai 13 Juli 2020 untuk tahun ajaran baru 2020/2021.

Terkait informasi tersebut, pihaknya telah menyampaikan melalui surat kepada koordinator wilayah (korwil) satuan pendidikan kecamatan, koordinator pengawas, kepala TK/ PAUD/ SD/SMP/ sederajat dan penilik kecamatan se-Parimo.

Dia menjelaskan, salah satu poin tentang masuk sekolah pada 13 Juli 2020 berdasarkan Surat Edaran Gubernur Sulawesi Tengah tanggal 13 April 2020 dan Intrusksi Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah tanggal 26 Mei 2020, serta hasil rapat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan unsur Satgas Covid- 19 Parigi Moutong.

“Surat yang ditujukan kepada para pemangku kepentingan dunia pendidikan itu ditandatangani oleh saya sendiri selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong dengan tembusan Bupati Parimo dan Sekretarais Daerah,”jelas Adrudin dihubungi melalui ponselnya Selasa 2 Juni 2020.

Adrudin mengatakan, selain memuat poin masuk sekolah juga ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh satuan pendidikan dalam rangka persiapan menuju new normal yaitu satuan pendidikan harus menerapkan protokol kesehatan dengan mengatur jarak tempat duduk peserta didik berdasarkan protokol kesehatan pandemi Covid- 19. 

Selanjutnya, wajib menggunakan masker para guru, TU dan siswa. Setiap kelas tersedia sabun dan tempat cuci tangan, di dalam kelas tersedia hand sanitizer, mengatur shief tatap muka apabila peserta didik banyak, mendata riwayat perjalanan pendidikan dan tenaga kependidikan serta peserta didik dan memperhatikan kebersihan dan keindahan sekolah.

“Selain itu, pihak sekolah juga menyiapkan spanduk bertuliskan ‘Wajib Menggunakan Masker’. Dan satuan pendidikan harus berusaha menyiapkan alat pengukur suhu, orang tua/wali murid wajib menjemput anaknya ketika proses pembelajaran/ tatap muka/ ujian kenaikan kelas selesai,” kata Adrudin.

Adrudin mengatakan, bahwa pada 2 Juni 2020 sampai dengan batas waktu semester genap yang hadir di sekolah hanya guru dan tenaga kependidikan untuk mempersiapkan satuan pendidikan dalam rangka New Normal.

Selanjutnya, aktivitas yang dilakukan guru tanggal 2 Juni 2020 sampai dengan batas waktu semester genap tahun pelajaran 2019/2020 tetap pembelajaran jarak jauh baik daring maupun luring atau model lain. Adapun pelaksanaan ujian kelas mengaju pada Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 4 tahun 2020 tanggal 24 Maret 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Corona virus disesase (Covid- 19).

Dan untuk pengumuman kelulusan tingkat SD dan SMP, diharapkan tidak terjadi kerumunan masa sehingga penyampaiannya dapat berupa luring maupun daring WA, Facebook dan lain sebagainya sesuai kondisi wilayah masing-masing.

“Apabila ada edaran resmi lagi, baik dari Pemerintah Parigi Moutong maupun dari Kementerian Pendidikan, maka kebijakan yang telah disepakati akan disesuaikan kembali,” pungkasnya.

Reporter: Zulfikar, Masruhim Parukkai
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas