Home Palu

Rektor Antisipasi Untad Jadi Klaster Baru

42
UJI COBA - Rektor Prof Mahfudz didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr Lukman Nadjamuddin dan Ketua Satgas Covid-19 Untad, DR Ketut Suarayasa, mencoba penggunaan tempat cuci tangan di Halaman Rektorat Universitas Tadulako, Selasa, 2 Juni 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)
  • Satgas Covid-19 Untad Bagikan Tempat Cuci Tangan

Palu, Metrosulawesi.id – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Universitas Tadulako (Untad) membagikan alat pencegahan virus corona diantaranya tempat pencucian tangan, cairan disinfektan, dan masker.

Alat pencegahan tersebut diserahkan secara simbolis kepada Rektor Prof Dr Ir Mahfudz MP oleh Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Untad, Dr dr Ketut Suarayasa, M.Kes di Halaman Rektorat Universitas Tadulako, Selasa, 2 Juni 2020. Selanjutnya, akan disalurkan kepada pihak fakultas dan beberapa ditempatkan di area Rektorat.

Prof Mahfudz dalam kesempatannya menyampaikan apresiasi atas kesigapan Satgas Covid-19 Untad dalam pencegahan virus corona. Bantuan dari Satgas Covid-19 Untad upaya nyata dalam memerangi penyebaran virus corona.

“Alhamdulillah, alat pencegahan penyebaran Covid-19 sangat dibutuhkan untuk fakultas-fakultas,” ujarnya.

Total tempat pencucian tangan yang dibagikan Satgas Covid-19 Untad berjumlah 50 unit. Jika sebagian besar tempat cuci tangan harus memutar/membuka kran dengan tangan, tidak demikian tempat cuci tangan yang dibagikan Satgas Covid-19 Untad.

Penggunaannya dengan cara diinjak pada bagian bawah menyerupai pedal rem mobil. Ini sebagai upaya meminimalisir sentuhan tangan. Rektor menganggap pembagian alat pencegahan Covid-19 sangat tepat menjelang pemberlakuan new normal.

Olehnya Rektor berharap Satgas Covid-19 Untad terus bekerja maksimal agar lingkungan kampus tetap bebas dari virus corona. Harapan tersebut disampaikan Rektor mengantisipasi kemungkinan terburuk agar Untad tak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 saat aktivitas kampus dibuka kembali. Satgas Covid-19 Untad diminta memperketat protokol pencegahan virus corona.

“New normal mengharuskan kita kembali berkantor atau work from office (WFO). Tentu kita tidak boleh tinggal diam, terutama saudara-saudara yang diberi amanah menjadi Satgas. Jumlah dosen, pegawai ribuan, ditambah dengan mahasiswa puluhan ribu, sesuatu yang tidak mudah. Apalagi mungkin ada dosen, pegawai atau mahasiswa yang berasal dari luar Palu, yang selama ini pulang kampung, dan mungkin berada di zona merah. Ini yang harus kita siapkan protokol untuk sterilisasi agar lingkungan kampus tidak terpapar Covid-19,” ungkap Prof Mahfudz.

Rektor menambahkan agar Satgas Covid-19 terus menambah jumlah tempat pencucian tangan. Diupayakan setiap ruang kuliah memiliki tempat pencucian tangan agar new normal bisa diberlakukan. Dengan begitu, perkuliahan tatap muka bisa kembali berlangsung di kampus Untad.

“Memang yang paling krusial ini proses pembelajaran, terus terang ini yang membuat saya tidak tidur. Kita harus mempersiapkan diri agar apa yang dilakukan tidak menjadi kenyataan Untad menjadi klaster baru. Kita harus bekerja keras lagi ketika pegawai kita dan anak-anak kita kembali masuk,” pungkas Prof Mahfudz.

Untad sendiri dikatakan masih harus menunggu petunjuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam pemberlakukan new normal. Saat ini Untad masih memberlakukan work from home dan proses pembelajaran secara online sampai 4 Juni.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas