Home Palu

Jadwal Wisuda Online Untad Belum Ditentukan

49
Samsumarlin. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Universitas Tadulako (Untad) belum menentukan jadwal wisuda agkatan ke-101 yang akan dilaksanakan secara online. Plt Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan Untad, Drs Samsumarlin M.Si, menjelaskan pihaknya masih mematangkan persiapan pelaksanaan wisuda online.

“Tapi kita berharap Covid-19 ini segera berakhir agar wisuda bisa dilaksanakan secara normal,” ungkap Samsumarlin kepada Metrosulawesi, Selasa, 26 Mei 2020.

Dia mengatakan Untad juga berencana memberi ruang bagi calon wisudawan yang tidak ingin secara online agar mendaftarkan diri untuk wisuda angkatan selanjutnya. Bagi yang telah terdaftar diwisuda angkatan 101 tidak pelu lagi mendaftar kembali.

“Kalau yang angkatan 101 tetap harus dilaksanakan secara online karena sudah banyak jumlah calon wisudawan kita,” ucapnya.

Samsumarlin menambahkan Untad tidak memungut biaya untuk pelaksanaan wisuda. Adapun yang dibayar calon wisudawan berupa sumbangan wajib untuk dana Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Untad.

“Tidak benar universitas memungut biaya wisuda, yang dibayar itu dana sebagai anggota IKA Untad,” pungkas Samsumarlin.

Sebelumnya diberitakan, rencana wisuda angkatan ke-101 Untad secara online masih menunggu respons calon wisudawan. Rektor Untad, Prof. Dr. H. Mahfudz, menyebutkan belum ditentukan jadwal wisuda online tersebut.

“Kami mau lihat responnya calon wisudawan ini, mau tidak memasukkan foto-fotonya dan segala macam. Kita lihat dulu kalau memang banyak yang berminat, ya kita buka online,” ujar Mahfudz, Selasa, 12 Mei 2020.

Menurutnya, langkah itu diambil pihak kampus karena saat ini pandemi COVID-19 masih melanda wilayah Indonesia, termasuk di Provinsi Sulteng, dan belum diketahui kapan akan berakhir. Seremoni wisuda ke-101 Untad sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada bulan Maret 2020 yang lalu.

Mahfudz menekankan bahwa prosesi wisuda hanya merupakan sebuah seremoni dan tradisi kampus, yang tidak menjadi syarat utama agar wisudawan mendapatkan ijazah. Meski belum melaksanakan wisuda, Mahfudz menyebutkan ijazah telah dikeluarkan dan dibagikan kepada para sarjana.

“Itu kan hanya seremoni. Kita kan tidak jadikan persyaratan ijazah itu keluar setelah wisuda, sekarang ini ijazah sudah terbagi semua, jadi tuntutan haknya tetap kita penuhi. Cuma ada juga yang mengharapkan bahwa itu (wisuda) menjadi kenangan dia. Urgensinya kan di situ, hanya seremoni dan menjadi tradisi kampus. Itu yang coba kita jaga, kalau online bagaimana dengan mereka, mau tidak mereka terima,” tandas Mahfudz.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas