Home Buol

13 Warga Desa Lripubogu Ditahan

67
ILUSTRASI - Penganiayaan massa. (Foto: Ist)
  • Buntut Penganiayaan Tim Gugus Tugas PSBB Buol Usai Salat Ied

Palu,  Metrosulawesi.id –  Setelah melakukan pemeriksaan secara marathon oleh tim penyidik Satreskrim Polres Buol, akhirnya 13 orang ditetapkan tersangka pelaku penganiayaan terhadap tim Gugus Tugas PSBB Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Sebelum dijebloskan ke sel tahanan, para tersangka mereka menjalani rapid test.

Ditetapkannya para tersangka dan dijebloskan ke tahanan, disampaikan Kabidhumas Polda Sulteng, Kombes Pol. Didik Supranoto SIK,  melalui press release yang diteruskan kepada media di Palu, Selasa (26/5/2020)

Didik menerangkan penahanan terhadap 13 orang tersangka dilakukan terpisah dan ditempatkan di rutan Polsek Bokat dan Polsek Momunu. Hal ini dilakukan karena  kapasitas di rutan Polres Buol yang terbatas dan untuk menghindari kontak dengan tahanan lain, penahanan terhitung mulai tanggal 25 dan 26 Mei 2020.

Kombes Pol Didik Supranoto, SIK. (Foto: Ist)

Adapun tersangka yang ditahan tersebut seluruhnya warga Desa Lripubogu Kecamatan  Gadung Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Mereka  dengan identitas masing-masing berinisial,  HS, AD, SS, KA, AM, Z, SH, JS, ID, IP, SL, IR dan RI. Terhadap tersangka  penyidik mempersangkakan  dengan pasal 170 ayat (2) ke-1e subsider pasal 351 ayat (1) Jo pasal 55 ayat (1) KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara.

Sekadar diketahui,  penahanan terhadap 13 tersangka dikarenakan telah melakukan kekerasan terhadap tim Gugus Tugas PSBB Kecamatan Gadung. Tim yang dipimpin  Camat Gadung, Jamaludi Riu, S.Sos,  pada saat melaksanakan tugas pemantauan di lapangan karena adanya informasi pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Masjid Al-Nikmat Desa Lripubogu,  Minggu (24/5/2020)

Meski melakukan pelanggaran aturan PSBB, tim yang tiba di lokasi masih menghormati warga yang tengah melaksanakan sholat.Usai selesai melaksnakan sholat, Kades Lripubogu Bersama beberapa apparat mendatangi jamaah untuk menanyakan penanggungjawab sholat Idul Fitri.

Bukannya mendapat jawaban yang baik, justru sejumlah warga yang terprovokasi langsung melakukan pemukulan terhadap kades dan aparat desa yang mendapingi. Aksi pengeroyokan dan penganiayaan tersebut,m dapat dilerai setelah Camat dibantu Kapolsek Bonobugu, berupaya meredam situasi.

Sebelum pelaksanaan sholat  Idul Fitri, mantan Wadirreskrimum ini mengungkapkan, apa yang menjadi imbauan pemerintah, Majelis Ulama Indonesia tentang larangan untuk melaksanakan sholat Idul Fitri di wilayah yang termasuk zona merah. Praktis apa yang dilakukan warga  Desa Lripubogu, konsekuensinya ini merupakan pelanggaran PSBB, dan ada unsur pidana yang menyertai, sehingga Kepolisian harus memberikan tindakan tegas sesuai undang-undang.

‘’Sangat disayangkan dalam momen Idul Fitri seharusnya kita saling memaafkan walaupun tanpa berjabat tangan, terlebih dalam suasana negara kita tertimpa musibah pandemi Covid-19, termasuk wilayah Sulawesi Tengah dan Kabupaten Buol tercatat terbanyak warganya yang positif terpapar covid-19 dan satu-satunya kabupaten di Sulteng yang sudah menerapkan PSBB,’’ terang  Didik. (*)

Reporter: Djunaedi

Ayo tulis komentar cerdas