Home Palu

Zona Hijau/Kuning Boleh Berjamaah, Tapi di Masjid-Mushollah

30
Gubernur Sulteng, Longky Djanggola saat memimpin Rapat Forkopimda Sulteng Plus, di ruang kerja Gubernur, Jumat (22/05/2020). (Foto: Ist/ Dok. Humas Pemprov Sulteng)
  • Hasil Rapat Forkopimda Sulteng Plus

Palu, Metrosulawesi.id – Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Longki Djanggola, M.Si. memimpin rapat Forkopimda Prov. Sulawesi Tengah plus, tertang kondisi keamanan,  menghadapi pelaksanaan Idul Fitri 1441 Hijriah, serta menyangkut musibah virus Corona atau Covid-19, di ruang rapat Gubernur, Jumat (22/05/2020).  

Rapat yang dihadiri, Wakil Gubernur , Wakil Ketua DPRD, Kapolda Sulteng, Wakajati, Sekda Prov. Kanwil Agama, Kadis Kesehatan , Kalak BPBD, Kaban Kesbang Pol, Karo Kesra , Karo Humas dan Protokol, Sekretaris MUI Prov. Serta Ketua MUI Kota Palu, 

Pada kesempatan itu, Gubernur Sulteng,  Longki Djanggola, rapat yang dilaksanakan untuk membahas kondisi keamanan dan memutuskan himbauan Gubernur yang  akan disampaikan kepada masyarakat dalam menghadapi perayaan Idul Fitri 1441 H, dengan kondisi musibah Penyebaran Covid -19 yang terjadi.

Sebelum mengambil keputusan, Gubernur Sulteng, memberikan kesempatan kepada Kadis Kesehatan untuk menyampaikan kondisi penyebaran Covid -19 di Provinsi Sulawesi Tengah .

Dalam pemaparannya,  dr. Renny Lamadjido, Sp.PK, M.Kes. menyampaikan  sebagian besar Wilayah Sulteng berada pada Zona Merah,  hanya ada empat daerah yang berada pada Zona Hijau dan Kuning. Sedang daerah Zona Merah,   sudah masuk pada kategori Transmisi Lokal .

Usai mendengarkan  penyampaian Kadis Kesehatan, Renny, serta masukan dari peserta rapat lainnya, Gubernur Sulteng merumuskan Surat Edaran berupa himbauan kepada masyarakat terkait dengan pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1441 H. agar dapat dilaksanakan masyarakat dan juga dapat ditindaklanjuti para bupati se Sulawesi tengah dan  Wali Kota Palu.

Lebih jauh Longky Djanggola,  menyampaikan, Surat Edaran himbauan yang disampaikan sesuai dengan Praturan Protokol Kesehatan Menteri Kesehatan, himbauan Menteri Agama. Tausiyah MUI Pusat  dan Tausiyah MUI Propinsi Sulawesi Tengah, sehingga disepakati Surat Edaran Gubernur Nomor, 451.11/279/Ro. Kesra, Tentang Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1441 H dalam rangka mencegah dan memutus penyebaran Pandemi wabah Covid-19 . 

Dapaun isi Surat Edaran yang yang ditandatangi Guerbur Sulteng ini, diantaranya, meniadakan pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1441 H secara berjamaah di lapangan, masjid, musholadan termpat terbuka lainnya. Menghimbau sholat Idul Fitri  secara berjamaan Bersama keluarga di rumah masing-masing.

Sementara sesuai Fatwa MUI Pusat, dan Tausiyah MUI Sulteng, untuk daerah yang belum terkonfirmasi positif Covid-19 (Zona Hijau/Kuning) dapat melaksanakan Idul Fitri berjamaah di masjid dan mushola saja. (*)

Ayo tulis komentar cerdas