Home Palu

PT CNE Bentuk Satgas Covid-19

25
PRESS CONFERENCE - Direktur Utama PT. Citra Nuansa Elok (CNE), Muhammad S. La’anto, (tengah), didampingi Site Manager pembangunan New Mall Tatura Palu, Abdurrahman, (kanan), saat menggelar press conference di Kantor PT. CNE, Selasa, 19 Mei 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Yusuf Bj)

Palu, Metrosulawesi.id – Direktur Utama PT. Citra Nuansa Elok (CNE), Muhammad S. La’anto, menugnkapkan pihaknya telah membentuk Satgas Covid-19 untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Kota Palu, khususnya  di wilayah New Mall Tatura Palu yang saat ini sementara dibangun.

“Kami sudah membentuk Satgas Covid-19. Selain untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Palu, ini juga sebagai bentuk pelaksanaan instruksi Menteri PUPR, dimana setiap proyek pembangunan harus dibentuk Satgas Covid-19 untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19,” kata sosok yang akrab disapa Memet ini saat press conference di Kantor PT. CNE, Selasa, 19 Mei 2020.

“Apakah ada pengaruh merebaknya Covid-19 dengan pekerjaan pembangunan New Mall tatura Palu? Jelas ada. Tapi kami berusaha mengantisipasinya dengan selalu mengikuti protokol kesehatan yang telah ditentukan pemerintah,” katanya.

Selain itu, Memet mengungkapkan, pihaknya sudah mulai melakukan proses pembangunan New Mall Tatura Palu, yang saat ini progres pekerjaannya masih dalam tahap persiapan.

“Kami mulai kerja  sejak tiga hari puasa. Kami melakukan penggalian sedalam 8 meter. Alhamdulillah pekerjaan penggalian saat ini sudah berjalan,” katanya.

“Sebanyak enam excavator dan 58 truk kami pakai dalam pekerjaan penggalian ini. Insyaallah progresnya bisa cepat dan maksimal,” katanya.

Sementara itu, Site Manager pembangunan New Mall Tatura Palu, Abdurrahman menuturkan bahwa progres pembangunan New Mall Tatura Palu masih masuk dalam proses persiapan.

“Sebenarnya progresnya belum terlalu kelihatan, karena kalau dikatakan ini masih dalam proses persiapan. Saat ini kami masih melakukan penggalian untuk dua lantai basement. Bisa dikatakan progres pekerjaan masih 3% lebih,” ungkapnya.

Untuk pembuangan meterial timbunan, sosok yang akrab disapa Umang ini mengungkapkan, ada beberapa lokasi pembuangan.

“Ada beberapa permintaan warga agar material timbunan in dibuang ditempat mereka, karena mereka juga sementara melakukan penimbunan, diantaranya ada permintaan dari Rumah Tahfidz Quran, ada permintaan untuk lapangan bola, ada juga permintaan dari masyarakat Kampung Lere. Tapi yang jelas juga pembuangan material timbunan ini juga kami buang di daerah Tinggede, untuk menimbun kali mati disana, karena ada pembangunan talut disitu,” ungkapnya.

Memet menambahkan bahwa pembuangan material timbunan tersebut aman dan tidak merusak lingkungan.

“Jadi saya tegaskan material timbunan ini tidak dijual. Tidak ada jual beli timbunan. Yang yang jelas pembuangan timbunan yang kami lakukan tidak merusak lingkungan,” katanya.

Reporter: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas