Home Ekonomi

OJK Sulteng: Covid-19, Kredit Tetap Tumbuh

29
OJK Sulawesi Tengah melakukan virtual conference bersama jurnalis yang difasilitasi PWI Sulteng, Selasa, 19 Mei 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Pataruddin)

Palu, Metrosulawesi.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah terus melakukan sosialisasi dan diseminasi perkembangan Industri Jasa Keuangan Dalam Kondisi Covid-19.

Sosialisasi dilakukan secara virtual bersama Kepala OJK Sulteng Gamal Abdul Kahar, PWI Sulteng dengan topik Sosialisasi dan Diseminasi Perkembangan Industri Jasa Keuangan Dalam Kondisi Covid-19, Selasa, 19 Mei 2020.

Dalam kesempatan itu, Gamal Abdul Kahar mengatakan performa lembaga keuangan dan on bank mengalami kenaikan di tengah Covid-19. Begitupula dengan kredit bermasalah atau NPL masih di bawah ambang.

Gamal menjelaskan, untuk bank umum, hingga Maret 2020 kredit yang tersalurkan sebesar Rp29,93 triliun atau dengan tingkat NPL 2,58 persen. Ini mengalami pertumbuhan sebesar 6,66 persen dibandingkan pada Maret 2019 yang mencapai Rp28,06 triliun dengan NPL 2,57 persen.

Pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR), hingga Maret 2020, mengalami pertumbuhan kredit sebesar 5,56 persen yaitu sebesar Rp2,33 triliun dengan tingkat bermasalah 1,69 persen. Dibandingkan hingga Maret 2019, kredit mencapai Rp2,20 triliun dengan tingkat bermasalah 2,04 persen.

Sedangkan perusahaan pembiayaan (PP), tingkat NPL hingga Maret 2020 sebesar 3,40 persen dengan pertumbuhan kredit sebesar 8,63 persen atau Rp3,55 triliun.

Untuk perkembangan dana pihak ketiga, kata Gamal Abdul Kahar, hingga Maret 2020, pada bank umum masih dikuasai jenis tabungan sebesar 59,11 persen, giro 25,82 persen, dan deposito 21,07 persen. Sedangkan dana pihak ketiga BPR didominasi deposito sebesar 90,23 persen dan tabungan sebesar 9,77 persen.

Hingga Maret 2020, DPK pada bank umum (Rp12,30 triliun), giro 25,82 persen (Rp5,98 triliun) dan deposito 21,07 persen (Rp4,88 triliun). Dibandingkan hingga Maret 2019, tabungan sebesar Rp11,20 triliun, giro Rp4,85 triliun dan deposito Rp5,01 triliun.

Sementara di BPR, Maret 2019, untuk tabungan mengalami peningkatan sebesar 2,42 persen dari Rp95 miliar menjadi Rp97,3 miliar pada Maret 2020.

Reporter: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas