Home Palu

IAIN Palu Salurkan Paket Pangan ke 400 Mahasiswa

56
PENYERAHAN BANTUAN - Rektor IAIN Palu, Prof Dr Sagaf S Pettalongi, saat menyerahkan secara simbolis bantuan paket pangan kepada salah satu mahasiswa, belum lama ini. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu menyalurkan bantuan paket pangan kepada 400 mahasiswa sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan pangan selama masa darurat penyebaran virus corona jenis baru (COVID-19).

“Sampai dengan saat ini, sudah sekitar 400 mahasiswa telah menerima bantuan paket pangan dalam bentuk sembako,” ucap Sekretaris Satgas Pencegahan COVID-19 IAIN Palu, Dr H Saude, belum lama ini

Kata dia, bantuan paket pangan dalam bentuk sembako itu berasal dari zakat, infaq, dan sedekah ASN di lingkungan IAIN Palu. Selain itu, bantuan paket pangan tersebut juga berasal dari mitra IAIN Palu, antara lain BNI, Bank Mega, dan Badan Amil Zakat.

“Dengan rincian, Baznas membantu 30 paket pangan sembako, BNI memberikan bantuan 100 lembar masker, kaos tangan 250 pasang, mi instans 10 dos, sanitizer, dan sabun cuci tangan masing-masing empat jerigen. Kemudian, Bank Mega juga membantu 100 paket pangan,” jelasnya.

Kata Dr Saude, bantuan-bantuan itu, selain diberikan kepada mahasiswa, juga diberikan kepada pegawai kontrak, security, dosen non-PNS, dan petugas kebersihan di lingkungan IAIN Palu.

“Total jumlah penerima manfaat dari bantuan paket pangan tersebut kurang lebih 500 orang, terdiri dari mahasiswa, dosen non-PNS, petugas kebersihan, petugas keamanan, dan pegawai kontrak,” ujarnya.

Terkait bantuan itu, Rektor IAIN Palu, Prof Dr Sagaf S Pettalongi, mengatakan, bantuan itu sebagai bentuk kepedulian IAIN Palu kepada mahasiswa, pegawai, dan karyawan lingkungan kampus tersebut.

“IAIN Palu dan para pimpinan tidak menutup mata dengan kondisi ini. Olehnya, di tengah adanya penyebaran virus corona (COVID-19), kami berupaya untuk meringankan beban para mahasiswa,” katanya.

Sagaf mengaku, turun langsung mengontrol dan melihat kondisi mahasiswanya di kos yang mereka huni, seiring adanya virus corona jenis baru.

“Mahasiswanya yang tidak bisa pulang kampung karena adanya lock down wilayah, terpaksa harus bertahan di kos mereka hingga waktu tertentu. Kami berharap, agar mahasiswa dapat menjalankan protokol kesehatan, diantaranya memperhatikan pembatasan fisik (physical distancing), dan social distancing atau pembatasan sosial/menjaga jarak, demi meminimalisasi penyebaran virus tersebut,” ujarnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas