Home Sulteng

Di Zona Hijau Boleh Salat Id di Lapangan

57
Ketua Umum MUI Sulteng, HS Ali Muhammad Aljufri. (Foto: Dok. Metrosulawesi)
  • MUI Sulteng Keluarkan Imbauan

Palu, Metrosulawesi.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulteng mengeluarkan surat imbauan terkait pelaksanaan salat Id di masa wabah Covid-19. Dalam surat itu MUI membolehkan salat Id di lapangan untuk daerah-daerah zona hijau Covid-19.

“Di tempat/daerah Zona Hijau (tidak ada kasus positif, PDP, atau ODP) di mana masyarakatnya/jama’ahnya dapat terpantau dan homogen tidak ada aktivitas keluar-masuk dari daerah lain yang positif terinfeksi Covid-19, seperti di daerah pedesaan dan kompleks perumahan yang terkontrol, dipertimbangkan dapat melaksanakan salat Idul Fitri berjamaah baik di masjid atau di lapangan,” antara lain bunyi surat imbauan MUI Sulteng seperti dikutip Metrosulawesi, Selasa 19 Mei 2020.

Surat tertanggal 18 Mei 2020 itu ditandatangani Ketua Umum MUI Sulteng, HS Ali Muhammad Aljufri dan sekretarisnya, H Sofyan Thahir Bachmid. Surat tersebut berisi empat point.

Dasar dari imbauan MUI Sulteng tersebut adalah Fatwa MUI Pusat nomor 28 tanggal 20 Ramadan 1441 H tanggal 13 Mei 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Salat Idul Fitri saat pandemi Covid-19.

Surat itu dikeluarkan berdasarkan pendapat dan pertimbangan Pengurus MUI dalam rapat koordinasi MUI se Sulteng, dan keterangan Kepala Dinas Kesehatan Sulteng tentang perkembangan Covid-19. Imbauan itu ditujukan kepada Pengurus MUI Kabupaten/Kota se Sulteng dan umumnya umat Islam.

Lengkapnya, berikut empat hal yang disampaikan dalam surat imbauan itu, yakni: Pertama, salat Idul Fitri 1 Syawal 1441 H pada masa pandemi Covid-19 dapat dilakukan secara sendiri-sendiri atau berjamaah di rumah, di masjid atau lapangan.

Kedua, pelaksanaan salat Idul Fitri di tempat atau daerah zona hijau (tidak ada kasus positif, PDP atau ODP) di mana masyarakatnya/jama’ahnya dapat terpantau dan homogen tidak ada aktivitas keluar-masuk dari daerah lain, yang positif terinfeksi Covid-19, seperti di daerah pedesaan dan kompleks perumahan yang terkontrol, dipertimbangkan dapat melaksanakan salat Idul Fitri berjamaah, baik di masjid atau di lapangan.

Di wilayah zona merah maupun kuning (terdapat kasus poisitif, PDP, dan ODP) atau di tempat di mana masyarakat plural dan tidak terkontrol, tetap dilarang menyelenggarakan salat Id berjamaah di masjid atau di lapangan. Selanjutnya, pelaksanaan salat Idul Fitri, baik di masjid, di lapangan dan di rumah masing-masing harus tetap melaksanakan protokol kesehatan dan mencegah terjadinya potensi penularan. Antara lain: dengan memperpendek bacaan salat dan pelaksanaan khutbah, menjaga kebersihan dengan mencuci tangan, memakai masker, dan tidak berjabat tangan atau berpelukan.

Tentang tata cara shalat Idul Fitri di rumah dapat merujuk pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 28 Tahun 2020 Tanggal 20 Ramadhan 1441 H./13 Mei 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan salat Idul Fitri saat pandemi Covid-19.

Ketiga, dalam rangka menghindari keresahan, Pengurus MUI Kabupaten dan Kota, para imam dan takmir masjid diharapkan bersikap arif dan mengedepankan musyawarah secara internal dan berkonsultasi dengan Pemerintah Daerah atau pejabat yang berwenang setempat untuk pelaksanaan imbauan tersebut.

Keempat, akhirnya diharapkan kepada semua umat Islam di Sulawesi Tengah untuk senantiasa menjaga kesehatan masing-masing dan selalu patuh untuk mengikuti perintah dan petunjuk dari Pemerintah dalam penanggulangan Covid-19 ini sebagai ketaatan kepada Ulil Amri dengan tetap berada di rumah.

Terpisah, Kepala Biro Humas Pemprov Sulteng yang juga Juru Bicara Pusdatina Covid-19 Sulteng, Haris Kariming menyilakan pelaksanaan salat id di lapangan sepanjang wilayah tersebut benar-benar zona hijau, dan ada jaminan dari kepala daerahnya.

“Sepanjang wilayah tersebut benar-benar zona hijau sesuai Tausyiah MUI Sulteng, dan kepala daerahnya menjamin dengan suatu pernyataan resmi bahwa wilayahnya benar-benar hijau tidak ada kasus positif covid-19 dan tidak ada PDP, ODP yang terpapar atau suspect pandemi covid-19 dan menjamin akan berlakukan protokol kesehatan covid-19 secara terkendali silakan untuk salat ied berjamaah di masjid atau tanah lapang dengan berpedoman pada Tausyiah MUI Sulteng dan protokol covid-19 kemenkes RI,” katanya singkat.

Berdasarkan data yang dikutip dari Pusdatina Covid-19 Sulteng hingga Senin 18 Mei 2020, kabupaten yang benar-benar belum terinfeksi Covid-19 di Sulteng hanyalah kabupaten Banggai Laut (Balut). Beberapa kabupaten lainnya seperti: Donggala, Tojo Unauna, Parigi Moutong, memang nihil kasus positif corona, tetapi di daerah itu memiliki warga yang PDP dan ODP.

Reporter: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas