Home Ekonomi

3.151 Konsumen Mandala Finance Ajukan Relaksasi

44
Transaksi antara costumer servis dengan konsumen yang hendak melakukan pembayaran angsuran di kantor PT Mandala Finance Cabang Palu di Jalan S. Parman. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Dampak yang ditimbulkan akibat dari mewabahnya virus Corona membuat sebanyak 3.151 atau 51% konsumen milik PT Mandala Finance Cabang Palu mengajukan permohonan relaksasi pembayaran angsuran.

Hal ini disampaikan langsung Pimpinan Mandala Finance Cabang Palu, I Wayan Pasek kepada Metrosulawesi saat ditemui di kantornya Jalan S. Parman, Kelurahan Besusu Tengah, Kecamatan Palu Timur, Sabtu (16/5/2020)

Diungkapkannya, data tersebut yang tercatat oleh Mandala Finance Cabang Palu per 15 Mei. Sedangkan, yang telah terealisasi mendapatkan keringanan adalah sebanyak 160 lebih konsumen atau 30% dengan nilai Rp3 miliar. Ia mengatakan setiap hari sekitar 800 konsumen yang terdata.

“Setelah mereka mengajukan permohonan kita lakukan peninjauan kembali berdasarkan profesi konsumen. Kebanyakan pelaku usaha dan ojek online data yang masuk, kalau untuk PNS dan pegawai BUMN tidak diperbolehkan,” ungkapnya.

Selanjutnya, data tersebut terakhir harus diterima dan terlampir di tanggal 20 Mei 2020. Ia menyebutkan jangka waktu yang diberikan juga cukup bervariasi mulai dari 3 sampai 6 bulan masa perpanjangan. Dimana jumlah total dana relaksasi keseluruhan senilai hampir miliaran rupiah.

“Itu sudah sesuai dengan peraturan OJK Nomor 11 tahun 2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Corona Virus Disease 2019,” jelasnya.

Dikatakannya, konsumen Mandala Finance Palu yang melaksanakan kewajiban pembayaran setiap bulan sejak instruksi langsung presiden Joko Widodo terkait pandemi Covid 19 hanya sekitar 49%. Ia meyakini bahwa sebagian konsumen yang terbilang mampu untuk membayar pasti memanfaatkan situasi ditengah pandemi.

“Otomatis yang punya penghasilan tetap masih menahan untuk pengambilan kredit karena ada virus Corona. Terhitung Maret konsumen sudah tidak membayar angsuran dan untuk pengajuan banyak di April-Mei,” ujarnya.

Sedangkan, ia mengakui total keseluruhan nasabah kurang lebih sekitar 10.000 yang tersebar di Kota Palu. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan penagihan dengan cara persuasif kepada sejumlah konsumen yang masih menunggak sebelum adanya Corona.

“Penagihan tetap dilakukan selagi masih ada kebijakan relaksasi. Jika mereka meminta pastinya kami akan berikan keringanan dengan satu syarat saling kepercayaan,” ujarnya menambahkan.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas