Home Sulteng

Bus Angkutan Mudik Ditiadakan

55
Sumarno. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)
  • Dishub Sulteng Imbau Masyarakat Jangan Mudik

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Angkutan Jalan, Keselamatan dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan (Dishub) Sulteng, Sumarno, mengungkapkan bus angkutan mudik dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1441 H ditiadakan. Perusahaan Otobus tidak bisa beroperasi mengangkut pemudik antar kota dalam provinsi maupun antar kota antar provinsi.

“Bus tidak bisa beroperasi karena ada larangan untuk pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19),” ungkap Sumarno, Kamis, 14 Mei 2020.

Dia mengatakan saat ini beberapa kabupaten di Sulteng juga membatasi lalu lintas transportasi, termasuk bus. Bahkan seperti Buol dan Tolitoli dengan tegas melarang keluar-masuk kendaraan.

Apabila ada masyarakat yang tetap ingin mudik, Dishub memastikan hanya bisa menggunakan kendaraan pribadi dan harus melalui pemeriksaan ketat sesuai protokol pencegahan Covid-19. Masyarakat yang ingin mudik harus diperiksa kesehatannya di setiap pos-pos yang ada. Masyarakat yang berencana mudik harus terlebih dahulu mengetahui jam buka-tutup di setiap perbatasan.

“Tapi kami dari Dishub tetap mengimbau masyarakat jangan mudik, kita harus sama-sama memutus matarantai penyebaran Covid-19. Kalaupun tetap mudik, harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari,” ujar Sumarno.

Mudik dalam rangka Hari Raya Idul Fitri sendiri merupakan tradisi tahunan bagi masyarakat, termasuk di Sulteng. Tahun lalu, sekitar 90 bus antar kota dalam provinsi disiapkan untuk mengangkut pemudik merayakan Hari Raya Idul Fitri 1440 H/2019.

Dishub juga setiap tahun membuka Posko Mudik yang berada di semua kabupaten/kota dengan koordinator Dinas Perhubungan Provinsi Sulteng. Posko mudik menyiapkan layanan medis melalui tenaga kesehatan seperti pemeriksaan tensi darah dan pemberian vitamin.

Namun karena pandemi virus corona, mudik tahun ini terpaksa ditiadakan sesuai keputusan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Nasional. Larangan ini lebih ditegaskan pula bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Tapi memang sekarang agak sedikit membingungkan karena ada dua versi. Edaran Gugus Tugas Nasional melarang mudik, tapi baru-baru ini ada edaran Kementerian Perhubungan mengeluarkan kebijakan yang membolehkan operasional angkutan, seperti Bandara. Tapi kalau untuk wilayah Sulawesi Tengah, kita tetap mengikuti arahan bapak gubernur yang memohon penutupan Bandara sampai 1 Juni,” pungkas Sumarno.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas