Home Sulteng

Bandara di Sulteng Masih Ditutup

111
MASIH DITUTUP - Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu masih ditutup untuk angkutan umum pasca virus corona (Covid-19) merebak di daerah ini. Tampak petugas sedang menyemprotkan disinfektan di aera Bandara Mutiara Sis Aljufri baru-baru ini. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulteng memastikan Bandara di wilayah Sulawesi Tengah masih ditutup untuk mengangkut penumpang umum. Langkah ini diambil menyahuti surat Gubernur Sulteng, H Longki Djanggola ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI yang meminta penundaan pembukaan Bandara di Sulawesi Tengah.

“Meski surat pak gubernur belum dibalas Kemenhub, pihak Bandara di wilayah Sulawesi Tengah memutuskan tetap menutup Bandara,” ungkap Kepala Bidang Angkutan Jalan, Keselamatan dan Perkeretaapian Dishub Provinsi Sulteng, Sumarno, Kamis, 14 Mei 2020.

Dia menjelaskan, surat permohanan penundaan yang dikirim gubernur karena Kemenhub mengeluarkan kebijakan baru membuka operasional Bandara mulai 7 Mei melalui Surat Edaran (SE) Nomor 31 tahun 2020, setelah sempat ditutup beberapa pekan.

Pihak Kemenhub dikatakan belum memberi jawaban atas permohonan penundaan pembukaan Bandara di Sulteng. Untungnya, meski belum mendapat jawaban, manajemen Bandara di wilayah Sulteng mengikuti arahan gubernur dengan tetap menutup meniadakan jadwal penerbangan untuk penumpang umum.

Bandara di Sulteng kata Sumarno hanya melayani penerbangan angkutan kargo, itupun hanya waktu-waktu tertentu. Hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19).

“Kalau untuk penerbangan angkutan kargo memang ada, tapi mungkin hanya sekali dalam seminggu. Angkutan kargo memang tidak bisa ditiadakan karena membawa kebutuhan-kebutuhan strategis, termasuk obat-obatan,” ujarnya.

Sumarno menambahkan dasar utama permohonan penundaan operasional Bandara karena penyebaran Covid-19 di Sulteng sedang dipuncak. Atas dasar itu, gubernur meminta Bandara tetap ditutup agar penanganan Covid-19 di daerahnya sesuai harapan.

Seperti diketahui, penundaan Bandara beroperasi  juga sudah disampaikan Gubernur Sulteng saat melakukan pertemuan dengan Kepala Bandara Mutiara SIS Aljufri Palu, Ubaedillah dan perwakilan maskapai penerbangan, di Palu, pada Jumat, 8 Mei 2020.

Gubernur Longki saat itu meminta Bandara yang ada di Sulawesi Tengah tidak beroperasi (ditutup)  sampai dengan 1 Juni 2020. Demikian juga dengan transportasi laut kecuali untuk distribusi barang. Selain itu, langkah yang ditempuh tetap menutup Bandara hasil komunikasi dengan para bupati/wali kota di Sulteng yang di wilayahnya terdapat rute penerbangan langsung dari Jakarta dan Makassar.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas