Home Sulteng

Enam PR Prioritas Sulteng

101
Hasanuddin Atjo. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Sulawesi Tengah (Sulteng) masih memiliki pekerjaan rumah (PR) setidaknya terhadap enam hal. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulteng, Dr Hasanuddin Atjo, membeberkan PR prioritas Sulteng yaitu jomplangnya ketimpangan antar daerah dalam kemiskinan, tingkat pertumbuhan ekonomi, dan pendapatan perkapita. Selanjtnya rata-rata lama sekolah, usia harapan hidup, dan terakhir ketimpangan terhadap angka pengangguran.

“Kemajuan yang dicapai Provinsi Sulawesi Tengah saat ini masih dikategorikan uncorporated. Dibutuhkan strategi atau skenario  untuk mewujudkan kemajuan dengan status incorporated, yaitu kemajuan Sulawesi Tengah dengan tingkat pemerataan yang tinggi.  Ini tentunya menjadi pekerjaan rumah dan salah satu prioritas pengganti Gubernur Longki Djanggola yang akan mengakhiri tugasnya di Juni tahun 2021,” ungkap Hasanuddin, Selasa, 12 Mei 2020. 

Dia mengatakan memang dalam lima tahun terakhir laju pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah selalu berada di atas Nasional. Laju pertumbuhan ekonomi di tahun 2015  merupakan anomali dengan nilai 15,52 persen sementara Nasional 4,80 persen.

“Pertumbuhan saat itu dipicu oleh investasi  gas di Banggai  dan nikel di Morowali.  Tahun 2016 laju pertumbuhan turun, namun tetap di atas Nasional,” ujarnya.

Sementara itu, laju pertumbuhan ekonomi di tahun 2019 sebesar 7,15 persen, diatas rata-rata nasional sebesar 5,30 persen. Angka laju pertumbuhan ekonomi itu menempatkan Sulteng tertinggi di Indonesia.  Menurut Hasanuddin hal itu menjadi salah satu prestasi dari Gubernur Longki Djanggola bersama jajaran.

Selain prestasi mendorong laju pertumbuhan, dalam 10 tahun terakhir Gubernur Longki Djanggola juga dinilai mampu mengentaskan  daerahnnya dari status tertinggal. Pada periode 2010-2014, semua  daerah kabupaten di Sulawesi Tengah berada dalam kategori tertinggal (10 kabupaten) kecuali Kota Palu. 

Pada periode 2015-2019 menyisahkan 6 kabupaten dan di priode  2020-2024 tersisa tiga daerah kabupaten yaitu Donggala, Sigi dan Tojo Unauna. Kata dia, keberhasilan Gubernur Longki dan jajaran dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi dan upaya mengentaskan daerahnya dari ketertinggalan patut mendapat apresiasi ditengah sejumlah keterbatasan. Namun dibalik keberhasilan itu, diakui Hasanuddin masih terdapat sejumlah target yang belum berhasil  direalisasikan sesuai harapan.

“Target yang saya maksud PR prioritas Sulteng antara lain masih jomplangnya ketimpangan antar daerah dalam kemiskinan, tingkat pertumbuhan ekonomi, pendapatan perkapita, rata-rata lama sekolah, usia harapan hidup, dan ketimpangan terhadap angka pengangguran,” ucapnya.

“Pilkada di tahun 2020 ini menjadi faktor yang sangat menentukan terwujudnya Sulawesi Tengah yang hebat dan incorporated. Pasangan yang  diusung syaratnya sudah harus inovatif dan adaptif dengan tuntutan digitalisasi, selalu update dengan dinamika, serta memahami  konsep kewilayahan.  Bila proses penjaringan tidak menghasilkan pasangan yang sesuai dengan tuntutan perubahan, maka hampir dapat dipastikan tujuan menjadi Sulteng hebat dan incorporated tinggal kenangan,” pungkas Hasanuddin.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas