Home Sulteng

Kapolda Sulteng: Masyarakat Masih Banyak yang Bandel

158
Kapolda Sulteng Irjen Polisi Drs. Syafril Nursal, S.H, M.H. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Angka penyebaran Infeksi COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) di Sulawesi Tengah belum menunjukan angka yang stabil atau menurun, bahkan indikasinya terus meningkat.

Data terakhir laporan update Pusdatina Covid-19 Provinsi Sulawesi Tengah tanggal 10 Mei 2020 pukul 16.00 wita menunjukan terkonfirmasi positif covid-19 sebanyak 83 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) 153 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 35 orang, pasien meninggal 3 orang dan pasien sembuh 12 orang.

Hal ini mendapatkan perhatian dari Kapolda Sulteng Irjen Polisi Drs. Syafril Nursal, S.H, M.H. Melalui rilis tertulis Bidhumas Polda Sulteng, Senin, 11 Mei 2020, orang nomor satu di Polda Sulteng ini mengatakan tren penyebaran Covid-19) di Sulawesi Tengah belum menunjukan penurunan bahkan cenderung meningkat,

“Ini dikarenakan masyarakat masih banyak yang membandel, belum mematuhi imbauan pemerintah dan masih banyak ditemukan warga masyarakat yang melaksanakan sholat wajib, sholat jumat, dan sholat tarawih secara berjamaah,” jelasnya.

Syafril juga mengatakan, penyebaran virus corona di wilayah Sulteng bukan lagi disebabkan oleh orang pendatang yang baru tiba dari wilayah atau kota lain luar Sulawesi Tengah, tetapi disebabkan karena adanya kontak orang per orang yang terindikasi terinfeksi positif Covid-19, seperti halnya kluster jamaah Gowa.

“Sehingga saya perintahkan kepada para Kapolres dan Kapolsek untuk turun ke lapangan mendatangi dan memberikan imbauan kepada Pengurus Masjid agar tidak melaksanakan sholat berjamaah di Masjid, laksanakan ibadah di rumah sebagaimana Protokol Kesehatan dan imbauan Majelis Ulama Indonesia dalam mencegah penyebaran virus corona,” pintanya.

“Imbauan untuk ibadah di rumah tentunya berlaku juga bagi pemeluk agama lain, sebagaimana pernyataan bersama pimpinan majelis agama yang tergabung dalam Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah,” tutup Syafril.

Reporter: Djunaedi
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas