Home Ekonomi

Kepala Bappeda Beber Kondisi Sulteng

117
Hasanuddin Atjo. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulteng, Dr Hasanuddin Atjo, membeberkan kondisi Sulawesi Tengah. Dia mengatakan secara provinsial, pertumbuhan Product Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulteng di tahun 2019 menggembirakan mencapai 7,15 persen.

Angka itu di atas nasional 5,3 persen dan memposisikan Sulteng berada pada peringkat pertama. Namun ketimpangan antara 13  kabupaten/ bergerak dari angka 2,89 – 12,39 persen (terendah Kabupaten Donggala dan tertinggi Morowali), kemiskinan dari  angka 7,80-18,40 persen, pengangguran terbuka 2,02 – 6,36 persen, PDRB  atau Pendapatan per kapita Rp29,89 – Rp169,96 juta, Rasio gini 0,300 – 0,369, dan PDRB atau pendapatan di setiap kabupaten bergerak dari Rp2,2 – Rp26,8 triliun.

Selain indikator makro yang telah disebutkan, ketertinggalan juga menjadi ukuran untuk melihat ketimpangan.  Priode 2015-2019 daerah tertinggal di Sulawesi Tengah berjumlah 9 kabupaten dari 13 kabupaten/kota. Dan periode 2020-2025 Sulawesi Tengah masih menyisahkan  3 kabupaten tertinggal yaitu Donggala, Sigi dan kabupaten Tojo unauna.  Selain itu berdasarkan data IDM, Indeks Desa Membangun tahun 2019 di Provinsi Sulawesi Tengah menunjukkan bahwa dari 1.842 desa yang berstatus Sangat tertinggal 7,60 persen; Tertinggal 51,68 persen; Berkembang 37,79 persen ; Maju 2,88 persen dan; desa Mandiri 0,05 persen.

“Menjadi Sulawesi Tengah yang  hebat, maju, dan incorporated di tahun 2025, merupakan harapan Pemerintah Daerah bersama seluruh warganya.  Karena itu diperlukan sejumlah skenario untuk  mewujudkannya,” ungkap Hasanuddin di Palu, Sabtu, 10 Mei 2020.

Dia mengatakan perencanaan berbasis big data, e-Planning dan e- Budgetting yang diikuti dengan filosofi kereta kuda menjadi salah satu skenario yang penting dan strategis. Dikatakan ada dua istilah berbeda makna dalam menggambarkan kemajuan sebuah wilayah, yaitu uncorporated dan incorporated. 

“Dalam pengucapan keduanya kadangkala  agak sulit dibedakan karena hanya dibedakan oleh huruf awal  dari kata itu,” ucapnya.

Uncorporated sendiri menggambarkan kemajuan sebuah negara atau provinsi dengan ketimpangan yang tinggi atau jomplang antar provinsi, antar kabupaten/kota.  Selanjutnya incorporated memberi gambaran kemajuan  dengan ketimpangan atau disparitas  yang rendah dan biasa juga disebut kemajuan dengan tingkat pemerataan yang tinggi.

Ketimpangan dimaksud dapat dilihat dari sisi makro ekonomi seperti PDRB, kemiskinan, pengangguran, rasio gini, dan indeks pembangunan manusia.  Secara nasional di tahun 2019, kontribusi kawasan timur di terhadap PDB nasional sekitar 19 persen, dan kawasan barat 81 persen. Kontribusi Pulau Jawa 59 persen dan Sumatera 21,65 persen.

“Kontribusi pulau Kalimantan 8,05 persen dan Sulawesi sekitar 6,65  persen.  Semakin ke timur kontribusi itu semakin kecil,” pungkas Hasanuddin.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas