Home Ekonomi

Relaksasi Angsuran BRI Syariah Sesuai Instruksi OJK

166
Pimpinan Bank BRI Syariah Cabang Palu Umar didampingi dua karyawan berfoto bersama. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Terkait kebijakan relaksasi pembayaran angsuran yang diberikan selama masa pandemi Covid 19, PT Bank Rakyat Indonesia Syariah (BRIS) Cabang Palu dalam hal ini hanya mengikuti sesuai dengan instruksi pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Hal tersebut disampaikan langsung Pimpinan BRI Syariah Cabang Palu, Umar saat dikonfirmasi Metrosulawesi melalui sambungan telepon, Rabu (6/5/2020). Menurutnya, itu telah mengacu pada POJK No.11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Corona Virus Disease 2019.

“Kebijakan yang diatur mulai dari penetapan kualitas aset hingga restrukturisasi kredit. Relaksasi pengaturan ini berlaku untuk debitur non-UMKM dan UMKM hingga nanti akan diberlakukan sampai dengan satu tahun,” katanya.

Namun walaupun begitu, kata Umar, pihaknya masih tetap melakukan assement terhadap sejumlah debitur yang mengajukan permohonan keringanan pembayaran. Ia mengatakan debitur yang melaporkan ke BRI Syariah Cabang Palu sudah cukup banyak.

“Kan ada kriteria debitur yang terdampak Covid 19, saya tidak bisa bilang karena itu kebijakan pusat. Yang penting kita sudah jalan dan ada kurang lebih baru sekitar Rp4 miliar atau 71 nasabah restrukturisasi berjalan saat ini,” sebutnya.

Menurutnya, kemungkinan masih banyak lagi yang mengajukan permohonan tersebut. Apalagi, kata dia, melihat kondisi perekonomian masyarakat saat ini yang semakin hari menurun. Ia menjelaskan, pengertian relaksasi bukan berarti debitur tidak membayar. Tetapi, itu sesuai kemampuan membayar atau bagi hasil dalam istilah syariah.

“Berbagai macam keringanan yang ditawarkan, mulai dari bayar pokok maupun diminta angsuran diperkecil kita terima yang penting nasabah datang melapor,” ujarnya.

Biarpun adanya pendemi, BRI Syariah dan perbankan yang lain juga tetap menjalankan tugas melayani masyarakat hingga menawarkan program kepada nasabah. Namun, saat ini harus lebih selektif dalam menentukan sesuatu.

“Ada beberapa usaha yang kita kasih pinjaman, dimana salah satunya usaha konsumtif yang dibutuhkan masyarakat atau khususnya pedagang sembako. Kalau untuk usaha pariwisata sekarang kan banyak sudah tidak jalan,” ujarnya menambahkan.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas