Home Morowali

Aksi Sosial Buruh Warnai May Day di Morowali

158
Buruh memasangkan masker kepada seorang ibu yang kedapatan tidak memakai masker. Aksi sosial para buruh ini mewarnai peringatan May Day di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Jumat (1/5/2020). (Foto: Ist/ Humas IMIP)
  • Kerja Sama dengan IMIP Bagi-Bagi Masker, Disinfektan dan Sabun Antiseptik

Morowali, Metrosulawesi.id – Seluruh dunia memperingati hari kerja internasional atau yang biasa disebut Hari Mei tepat pada 1 Mei.  Tak ketinggalan di Indonesia, lewati ribuan buruh dari Sabang hingga Merauke.

Perayaan yang dilakukan beragamanagam. Ada yang menuai simpatik dengan melakukan kegiatan keagamaan hingga kegiatan sosial. Ada juga menuai kecaman karena aksi dilakukan dengan cara yang menggantikan anarkis dan melepaskan hukum.

Lantas bagaimana di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah? Jumat (01/05/2020), para buruh yang bekerja di berbagai perusahaan di Kabupaten Morowali, melakukan aksi turun ke jalan dengan tertib dan damai. Bahkan, para buruh yang dibawah naungan DPC SPN Morowali,  SP-SMIP,   kerja sama dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), serta pihak pemeritah dan aparat setempat, melakukan aksi sosial dalam rangka memerangi wabah pandemi Covid-19 atau virus Corona.

Aksi sosial itu dilakukan dengan membagikan masker dan sabun antiseptik kepada para pengendara, pedagang dan masyarakat umum yang kedapatan tidak menggunakan masker. Selain itu, melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke fasilitas umum.

Orasi para buruh pada peringatan May Day di kawasan PT. IMIP, Morowali, Sulawesi Tengah, Jumat (1/5/2020). (Foto: Ist/ Humas IMIP)

Dari release yang diterima Metrosulawesi.id, aksi para buruh mendapat dukungan manajemen PT IMIP. Dukungan itu diwujudkan dengan pemberian  10 ribu masker, 400 liter cairan disinfektan, dan 1.280 sabun antiseptik.

Ketua DPC SPN Morowali, Katsaing, mengatakan, aksi sosial yang dilakukan para buruh memperingati May Day, merupakan bentuk dukungan kepada pemerintah khususnya Pemerintah Morowali, dalam mengendalikan penyebaran Covid-19.

‘’Para buruh dalam aksinya ingin mengajak kepada masyarakat supaya lebih sadar menjaga diri dan keluarga, dengan cara yang sangat sederhana, yakni cuci tangan dan gunakan masker saat berada di tempat umum,’’ ujar Katsaing.

Menyangkut nasib buruh, Katsaing mengungkapkan, ada banyak seruan dan tuntutan tentunya dari para buruh. Buruh berharap, pemerintah secara serius memperhatikan masalah Covid-19.

‘’Disamping soal keseriusan penanganan Covid-19, para buruh meminta kepada pemerintah supaya serius membatalkan RUU Omnimbus law, serta  memberikan kepastian hukum kepada para buruh agar terhindar dari gelombang PHK,’’ ungkap Katsaing. (*)

Reporter: Murad Mangge

Ayo tulis komentar cerdas