Home Morowali

Ketua DPRD Minta Rapid Test Massal di IMIP

165
Ketua DPRD Morowali, Kuswandi. (Foto: Metrosulawesi/ Murad Mangge)

Morowali, Metrosulawesi.id – Ketua DPRD Morowali, Kuswandi mengungkapkan, perihal adanya karyawan di kawasan PT IMIP yang dinyatakan positif berdasarkan hasil rapid test, harus dicermati dan tindak lanjuti penanganannya. Data-data sebagaimana disampaikan, ada beberapa karyawan yang positif versi hasil rapid test dan menunggu swab test.

Hasil positif rapid test berarti kata dia, masih harus diikuti dengan pemeriksaan real time (RT-PCR) melalui swab test/usapan tenggorok dan tetap dengan prosedur isolasi/karantina diri. Positif rapid test sebagimana disampaikan adalah merupakan pemeriksaan awal dan diperlukan pemeriksaan lanjutan guna memastikan karyawan PDP tersebut positif Covid-19 atau tidak.

“Terhadap pemeriksaan ini sudah dilakukan dan menunggu hasil uji laboratorium,” terang Kuswandi dalam rilisnya, Senin 27 April 2020.

Dijelaskan Kuswandi sebagai tindak lanjut penanganan agar melakukan Tracking Contact terhadap seluruh orang yang telah berkontak langsung dengan pasien PDP, dan menyampaikan hasilnya.

“Demikian halnya data itu untuk segera dibuka agar lebih meningkatkan kewaspadaan kita semua dan memudahkan kita melakukan mitigasi dan pencegahannya,” katanya.

Atas data dan Informasi tersebut, kata Kuswandi pemerintah daerah kerjasama dengan pihak perusahaan harus melakukan rapid test atau screaning secara luas dan massal sebagai deteksi awal dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Morowali terkhusus di kawasan PT IMIP di Kecamatan Bahodopi.

“Hal ini sebagai tindak lanjut atas kesepahaman yang sudah dibangun antara DPRD, tim gugus Covid- 19 Kabupaten dan pihak perusahaan,” ungkapnya.

Kuswandi menilai, kawasan PT IMIP dan Bahodopi perlu mendapat perhatian khusus terkait penanganan Covid-19 dengan mengusulkan kepada pemerintah daerah melakukan upaya-upaya sistimatis dan progresif dalam penanganan Covid-19 di lingkup kawasan IMIP.

“Melakukan isolasi serta membangun tempat tempat isolasi di kawasan PT IMIP atau di Kecamatan Bahodopi,” sambung Kuswandi.

Melalui pertemuan informal, urai Kuswandi, pihaknya sudah bersepakat untuk melakukan refocusing dan realokasi anggaran sebesar Rp53 miliar untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Morowali. Pertemuan dihadiri bupati, wakil bupati, sekda, ketua dan wakil ketua DPRD, ketua-ketua komisi dan ketua-ketua fraksi, kadis PPKAD yang diselenggarakan di ruang rapat pimpinan DPRD.

Refocusing dan realokasi anggaran ini, kata Kuswandi akan diarahkan untuk belanja kebutuhan masyarakat, baik belanja APD, rapid test, pemberian jaring pengaman sosial, bansos daerah. Termasuk untuk membeli beras sebanyak 300 ton, guna menjamin tersedianya kebutuhan pangan selama penanganan pandemic di Kabupaten Morowali.

“Sebagai solusi penanganan kesehatan jangka panjang, sebaiknya Pemerintah daerah bekerja sama dengan PT IMIP, segera membangun fasilitas kesehatan dalam bentuk pembangunan rumah sakit rujukan berskala regional yang dilengkapi dengan fasilitas uji laboratorium,” papar Kuswandi.

Reporter: Murad Mangge
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas